Sedikitnya 28 desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan masih mengalami blank spot internet atau belum mendapatkan layanan digital. Wakil Menteri Komunikasi Digital (Komdigi) Nezar Patria mengatakan pihaknya akan segera melakukan asesmen untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Nezar menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Jember untuk menghadiri peluncuran Festival Egrang ke-14 tahun 2026. Ia mengatakan informasi mengenai desa yang belum terkoneksi disampaikan oleh Bupati Jember.
“Kami mendapat laporan dari Bapak Bupati Jember bahwa di sini (Jember) masih ada sekitar 28 desa yang belum terkoneksi dengan jaringan internet atau istilahnya blank spot. Hal ini akan segera kami lakukan asesmen,” ujar Nezar, Sabtu (9/4/2026).
Nezar menjelaskan, Kementerian Komdigi saat ini juga mulai memetakan sejumlah daerah yang belum terhubung dengan internet. Menurut dia, jika wilayah tersebut tidak masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Komdigi akan menggandeng penyedia layanan seluler untuk memperluas jaringan.
Ia menekankan pentingnya telekomunikasi di era saat ini, terutama untuk mendukung akses pendidikan. Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan masyarakat memperoleh akses telekomunikasi yang layak.
Nezar menambahkan, hingga kini wilayah berpenghuni di Indonesia disebut telah 97 persen terkoneksi jaringan telekomunikasi. Adapun daerah yang masih blank spot akan dicek dan dipenuhi secara bertahap melalui pembangunan BTS serta kerja sama dengan operator seluler.