BERITA TERKINI
OpenAI Dikabarkan Ingin Kembangkan Chip Sendiri untuk Ponsel Berfokus AI

OpenAI Dikabarkan Ingin Kembangkan Chip Sendiri untuk Ponsel Berfokus AI

OpenAI, perusahaan di balik chatbot kecerdasan buatan ChatGPT, dikabarkan tengah menyiapkan langkah baru dengan mengembangkan chip smartphone buatan sendiri. Ambisi ini disebut mengarah pada pembuatan System-on-Chip (SoC) khusus yang dioptimalkan untuk pemrosesan AI.

Informasi tersebut disampaikan analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo. Dalam unggahan di X, Kuo menyebut OpenAI sedang menjajaki kerja sama dengan Qualcomm dan MediaTek untuk mengembangkan SoC kustom yang akan menjadi “otak” perangkat ponsel dengan fokus pada kinerja AI.

Produk yang dituju disebut-sebut berupa perangkat yang dijuluki “AI Agent Phone”. Konsepnya adalah ponsel yang mampu menjalankan berbagai tugas secara otomatis dengan cepat dan efisien, dengan keterlibatan pengguna yang minim.

Berbeda dari chipset smartphone pada umumnya yang banyak menekankan peningkatan performa prosesor (CPU) dan pengolah grafis (GPU), chip yang dikaitkan dengan OpenAI ini disebut akan diprioritaskan untuk mempercepat pemrosesan AI. Pendekatan tersebut dinilai serupa dengan strategi Google melalui chip Tensor pada perangkat Pixel yang menonjolkan kemampuan AI dan machine learning.

Menurut Kuo, kolaborasi dengan Qualcomm dan MediaTek dapat membantu OpenAI menghindari kebutuhan membangun arsitektur prosesor dari nol, sebuah proses yang dikenal kompleks dan mahal. Sebelumnya, OpenAI juga disebut telah terlibat dalam pengembangan chip AI bersama Broadcom, namun chip tersebut ditujukan untuk pusat data, bukan perangkat ponsel. Chip pusat data itu digunakan untuk mempercepat beban kerja AI sekaligus menekan biaya operasional.

Langkah pengembangan chip sendiri juga sejalan dengan tren industri, ketika perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Meta, dan Google mulai merancang chip AI mereka untuk mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.

Kuo memperkirakan chip semikonduktor tersebut akan memasuki tahap produksi massal pada 2028. Perusahaan manufaktur elektronik asal China, Luxshare, disebut akan menjadi mitra produksi eksklusif. Sementara itu, spesifikasi chip dan rantai pasok komponen diperkirakan akan difinalisasi pada akhir 2026 atau awal 2027.

Meski demikian, upaya ini diperkirakan menghadapi sejumlah tantangan. Pengembangan perangkat dari nol membutuhkan kemampuan lintas bidang, mulai dari desain perangkat keras, integrasi sistem, hingga dukungan ekosistem aplikasi. Tantangan lain adalah adopsi pasar: tanpa ekosistem yang kuat dan dukungan pengembang, konsep ponsel yang mengutamakan AI berisiko sulit diterima secara luas.

Persaingan juga diperkirakan ketat karena OpenAI bukan satu-satunya pihak yang mengarah ke strategi serupa. Apple, Google, dan perusahaan teknologi lain diyakini menyiapkan pendekatan masing-masing. Dari sisi pengalaman pengguna, OpenAI dinilai perlu memastikan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak berjalan optimal agar kemampuan AI dapat dirasakan secara maksimal.

Dari sisi bisnis, OpenAI disebut berpotensi menggabungkan perangkat dengan layanan berlangganan, menyerupai pendekatan vertikal yang selama ini dikenal pada Apple. Dengan skema tersebut, ponsel dapat menjadi pintu masuk menuju ekosistem layanan AI berbayar.

Hingga kini, OpenAI belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar pengembangan chip ponsel yang berfokus pada performa AI tersebut.