Veeam Software resmi meluncurkan Veeam Data Cloud di Indonesia. Pada tahap awal, Microsoft 365 menjadi workload pertama yang dihadirkan di platform SaaS lokal yang berjalan di atas Microsoft Azure.
Country Leader Indonesia Veeam Software, Laksana Budiwiyono, menyebut pengguna internet Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, yakni 3,9% dari pengguna internet global. Ia juga mengatakan pertumbuhan data di Indonesia pada 2024 mencapai 15,63 ExaByte dan diperkirakan terus meningkat.
Menurut Laksana, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya proteksi data di tengah meningkatnya ancaman siber. Veeam Data Cloud disebut ditujukan untuk membantu organisasi dan industri melindungi data Microsoft 365 melalui solusi backup yang aman, transparan, dan efisien, serta disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
Veeam Data Cloud mengacu pada lima pilar, yaitu data backup, data recovery, data security, data intelligence, dan data portability. Laksana menekankan bahwa solusi cloud tidak hanya berfokus pada proteksi, tetapi juga mencakup proses backup hingga pemulihan.
“Dengan tersedianya Veeam Data Cloud secara lokal, kini perusahaan-perusahaan dapat memastikan data Microsoft 365 mereka terlindungi, sesuai regulasi, dan mendukung kedaulatan data di Indonesia,” ujar Laksana.
Veeam mengklaim layanan ini menjadi workload pertama yang mendapat dukungan penuh dari platform SaaS lokal. Dengan pengelolaan yang di-hosting secara lokal, perusahaan dan lembaga pemerintahan disebut dapat menyimpan data di wilayah Indonesia, menyederhanakan proses backup dan pemulihan, serta mempercepat pemulihan dari ancaman siber maupun kehilangan data yang tidak disengaja.
Laksana juga menyinggung pentingnya kepatuhan dalam transformasi digital. Menurut dia, transformasi digital yang tidak patuh terhadap aturan justru dapat meningkatkan risiko dan membuat investasi digital menjadi rentan.
Veeam menyebut terdapat empat keunggulan utama layanan ini, yakni keamanan Zero Trust, perlindungan terpadu, pemulihan cepat dan terperinci, serta harga yang transparan. Laksana menambahkan, kebutuhan pasar kini tidak lagi sebatas backup dan recovery, melainkan perlu dilengkapi dengan pilar-pilar lain yang mendukung pengelolaan data secara menyeluruh.