PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya di bisnis data center, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), menggelar NeutraDC Summit 2023 di Bali. Ajang berskala internasional ini dikemas dalam bentuk diskusi panel yang membahas potensi dan proteksi data center, ekonomi digital global, serta isu keberlanjutan (sustainability).
Lebih dari 100 peserta dari perusahaan dan praktisi data center mengikuti forum tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara lain, antara lain Singapura, Malaysia, Hong Kong, Filipina, China, India, dan Irlandia.
Direktur Group Business Development TelkomGroup, Honesti Basyir, mengapresiasi inisiatif NeutraDC yang mempertemukan para ahli untuk membahas perkembangan industri data center, termasuk aspek regulasi hingga komitmen penggunaan energi terbarukan. Ia berharap forum bertema “Navigating Trends to a Sustainable Future” itu dapat menjadi agenda tahunan yang fokus pada peran teknologi serta solusi konkret menuju masa depan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono, menyoroti pertumbuhan bisnis data center di Indonesia yang dinilai cukup signifikan, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penetrasi internet. Menurutnya, kondisi tersebut membuat bisnis data center di Indonesia menjanjikan dan membuka ruang pertumbuhan, sehingga TelkomGroup perlu membangun keunggulan agar mampu bersaing dengan para pemain lain.
Bogi juga menyampaikan sejumlah pembeda yang diklaim menjadi keunggulan TelkomGroup, yakni membangun proposisi nilai sebagai digital ecosystem hub, menghadirkan ekosistem data center dengan latensi rendah dan seamless, serta komitmen untuk membangun data center yang berkelanjutan.
Direktur Utama Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), Andreuw Th A F, menyatakan NeutraDC Summit 2023 ditujukan untuk memperluas wawasan mengenai industri ekonomi digital dunia dengan menghadirkan para ahli dan melibatkan perusahaan internasional. Ia menyebut forum tersebut menjadi ruang berbagi pandangan tentang tren, inovasi, dan tantangan ekonomi digital, termasuk potensi industri pusat data, regulasi, hingga komitmen terhadap sustainability.
Andreuw juga berharap acara ini dapat memperkenalkan NeutraDC sebagai pusat penyimpan data yang aman dan terpercaya, sekaligus menampilkan portofolio perusahaan agar dipercaya sebagai penyedia data center yang aman dan berstandar global.
Dalam pengembangan bisnisnya, NeutraDC menyebut dekarbonisasi sebagai salah satu komitmen. Saat ini, NeutraDC memiliki hyperscale data center di Cikarang dan telah menerapkan renewable energy.
NeutraDC juga tengah membangun Hyperscale Data Center (HDC) di Batam di atas lahan 5 hektare. Data center ini disebut tidak hanya ditujukan untuk melayani kebutuhan bisnis di Indonesia, tetapi juga menangkap potensi limpahan permintaan (spillover) dari negara lain, seperti Singapura dan Johor Baru, Malaysia.
HDC Batam dirancang memiliki tiga kampus berstandar internasional dengan kapasitas IT load sebesar 51 MW. Fasilitas ini juga disebut akan menerapkan energi terbarukan, ramah lingkungan, serta mengadopsi sistem multi-tier untuk menjaga keamanan data secara optimal.