BERITA TERKINI
UNSD Apresiasi Kredibilitas BPS dan Peran Indonesia dalam Pengembangan Big Data Statistik di Asia Pasifik

UNSD Apresiasi Kredibilitas BPS dan Peran Indonesia dalam Pengembangan Big Data Statistik di Asia Pasifik

New York, 3 Maret—Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti bertemu dengan Pelaksana Tugas Direktur United Nations Statistics Division (UNSD) Dr. Shantanu Mukherjee di Markas Besar PBB, New York, pada Senin (2/3) pagi waktu setempat. Pertemuan ini berlangsung pada hari kedua rangkaian kegiatan Sidang Tahunan Komisi Statistik PBB (The 57th United Nations Statistical Commission/UNSC).

UNSD merupakan unit kerja PBB yang bertugas mengoordinasikan kantor statistik nasional (National Statistics Office/NSO) di berbagai negara, termasuk BPS sebagai kantor statistik nasional Indonesia. UNSD juga memiliki mandat untuk memastikan NSO mematuhi Fundamental Principles of Official Statistics (FPOS) serta menerapkan pedoman metodologi statistik terstandar dalam menghasilkan data, termasuk untuk penghitungan indikator seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan perdagangan internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Shantanu menyampaikan apresiasi atas konsistensi BPS dalam menjaga kredibilitas dan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas data statistik. Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas penugasan baru BPS sebagai ketua dewan pengarah (governing board) International Comparison Program (ICP) bersama kantor statistik nasional Brasil, IBGE.

Amalia turut memaparkan perkembangan UN Regional Hub on Big Data and Data Science for Asia and the Pacific yang dikelola BPS. Menurut keterangan dalam pertemuan itu, PBB menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi kepemimpinan serta keaktifan BPS dalam mengelola regional hub dan memfasilitasi peningkatan kapasitas statistik NSO di kawasan Asia Pasifik.

Dalam konteks pengembangan kapasitas, pemanfaatan Mobile Positioning Data (MPD) menjadi salah satu fokus. MPD disebut tidak hanya digunakan untuk menghasilkan statistik resmi di bidang pariwisata, tetapi juga diperluas untuk kebutuhan lain, termasuk pemetaan mobilitas masyarakat di kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi di Sumatra.