Google mengumumkan integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam peramban Chrome di sejumlah pasar Asia, termasuk Vietnam. Fitur baru ini berpusat pada asisten Gemini yang dapat diaktifkan langsung saat pengguna menjelajah web untuk membantu meringkas situs, membuat gambar, hingga menyusun dan mengirim email.
Menurut Google, fitur tersebut ditujukan untuk menyederhanakan alur kerja pengguna yang kerap harus membuka banyak tab untuk menyelesaikan tugas harian, seperti membaca laporan, membuat ringkasan, atau mengirim pesan. “Kami ingin menyatukan proses yang membutuhkan 20 tab dan 20 menit ke dalam satu tab saja, sehingga pengguna dapat menyelesaikan tugas hanya dalam beberapa menit,” kata Charmaine D’Silva, Manajer Produk Chrome di Google.
Pendekatan Chrome yang menanamkan AI di dalam peramban ini disebut mirip dengan sejumlah pemain lain, seperti Perplexity dengan browser Comet maupun OpenAI Atlas. Google menilai keunggulannya terletak pada basis pengguna Chrome yang besar di berbagai platform, serta pemanfaatan model Gemini 3.1.
Cara kerja dan kemampuan Gemini di Chrome
Pengguna dapat memanggil AI melalui tombol “Tanya Gemini” di pojok kanan atas Chrome. Setelah diaktifkan, jendela obrolan akan muncul di sisi halaman web yang sedang dibuka. Ketika pengguna mengajukan permintaan, sistem akan membagikan konten layar kepada AI agar Gemini dapat memahami konteks situs.
Fungsi paling dasar yang ditawarkan adalah peringkasan halaman web. Untuk kebutuhan riset atau perbandingan, Gemini dapat menyintesis dan membandingkan sumber di internet maupun dari daftar tab yang sedang terbuka, lalu menyajikan hasilnya, termasuk dalam bentuk tabel perbandingan beserta komentar sesuai permintaan.
Selain teks, Gemini di Chrome juga dapat memahami gambar. Pengguna dapat meminta deskripsi dan penjelasan isi gambar. Google menyebut sistem ini juga dapat mengingat situs web yang sebelumnya dikunjungi, sehingga membantu pengguna menavigasi informasi tanpa harus membuka terlalu banyak tab.
Fitur lain yang disorot adalah ringkasan video YouTube. Saat pengguna memasukkan perintah, AI akan menampilkan ringkasan konten beserta stempel waktu tertentu. Perwakilan Google menyatakan sistem ini terhubung langsung ke API YouTube dan mengumpulkan data menggunakan alat internal, alih-alih membaca subtitle video.
Terhubung ke layanan Google dan dukungan perintah suara
Gemini di Chrome juga terintegrasi dengan layanan Google lain, seperti Gmail, Maps, dan Kalender, untuk membantu mengakses dan memproses informasi dengan cepat. Dalam contoh perencanaan perjalanan, pengguna dapat meminta AI membandingkan tur yang sedang dilihat dengan paket lain dan menghasilkan tabel ringkasan.
Dengan kemampuan mengingat informasi, Gemini dapat menyesuaikan rencana perjalanan berdasarkan data seperti tanggal liburan serta minat pengguna atau teman. Sementara melalui integrasi Gmail, pengguna dapat meminta AI menyusun email dari informasi yang diberikan tanpa meninggalkan situs yang sedang dibuka. Setelah draf selesai, pengguna dapat mengirimkannya atau mengedit terlebih dahulu.
Platform ini juga mendukung perintah suara langsung di dalam jendela obrolan. Google mengingatkan bahwa AI masih berpotensi membuat kesalahan, dan pengguna dapat mengoreksi atau memberi umpan balik “tidak suka” jika jawaban memuat informasi yang tidak akurat.
Fitur gambar dan langkah privasi
Gemini di Chrome juga mengintegrasikan model pembuatan gambar Nano Banana 2. Misalnya, saat melihat produk furnitur, pengguna dapat meminta AI memodifikasi atau menggabungkan objek ke dalam ruang tamu sesuai deskripsi, tanpa perlu mengunduh file atau membuka tab baru.
Terkait keamanan, Google menerapkan sejumlah ketentuan: pengguna harus masuk (login) dengan akun yang sama untuk Chrome dan Gemini, berusia di atas 18 tahun, dan fitur ini saat ini tidak tersedia di mode penyamaran (incognito). Untuk tindakan sensitif seperti mengirim email atau menambahkan acara ke kalender, pengguna perlu melakukan autentikasi secara manual.
Riwayat obrolan Gemini di Chrome juga disinkronkan dengan aplikasi web Gemini. Google menyatakan AI dilatih untuk mengidentifikasi ancaman, termasuk teknik injeksi prompt tidak langsung, guna mencegah penyalahgunaan.
Menanggapi kekhawatiran privasi ketika AI membaca konten situs, perwakilan Google mengatakan AI hanya mengakses data ketika diminta. Artinya, sistem hanya memindai konten situs web saat menerima perintah analisis. Google juga menyarankan pengguna memverifikasi sendiri informasi yang dihasilkan AI, dan menyebut pertanyaan sensitif akan ditolak.
Saat ini, Chrome di Android mendukung pengaktifan AI dengan menekan dan menahan tombol daya. Sementara versi iOS disebut sedang diluncurkan di beberapa negara.