Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Salah satu langkah yang disiapkan ialah penerapan aplikasi Srikandi pada platform MyASN melalui kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sangihe.
Aplikasi Srikandi merupakan sistem surat-menyurat dan arsip digital yang digunakan untuk menunjang tugas dan fungsi perangkat daerah dalam pengelolaan administrasi pemerintahan secara elektronik. Pada tahap awal, Diskominfo bersama Dinas Perpustakaan Daerah akan melaksanakan uji coba atau pilot project pada 10 perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kepulauan Sangihe.
Kepala Diskominfo Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, menjelaskan Srikandi adalah aplikasi resmi yang digunakan instansi pemerintah di Indonesia untuk mengelola arsip dan surat-menyurat secara digital. “Nama Srikandi sendiri merupakan singkatan dari Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi,” ujarnya pada Selasa, 12 Mei 2026.
Ronald memaparkan, aplikasi tersebut memiliki sejumlah fungsi utama, antara lain membuat dan mengelola surat dinas masuk maupun keluar, mengarsipkan dokumen secara elektronik, melakukan disposisi surat kepada pejabat terkait, hingga menyimpan arsip dengan standar keamanan pemerintah.
Penerapan Srikandi juga disebut menjadi bagian dari upaya mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital atau e-government di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Menurut Ronald, penggunaan aplikasi ini memiliki sejumlah kelebihan, seperti terintegrasi antarinstansi pemerintah, mengurangi penggunaan kertas (paperless), mempercepat proses administrasi, serta memenuhi standar kearsipan nasional yang ditetapkan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Melalui penerapan aplikasi tersebut, Pemkab Kepulauan Sangihe berharap pelayanan administrasi pemerintahan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan modern seiring perkembangan teknologi digital.