Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan pendekatan teknologi digital dalam penanganan banjir melalui platform aplikasi “SERAP”. Aplikasi ini diperkenalkan dalam diskusi strategis bersama Aliansi Pemuda Cerdas Inovatif dan Reservoair pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Nonon Sonthanie, Pemerintah Kota Bekasi, dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
SERAP dipersiapkan sebagai sarana pemantauan sekaligus kolaborasi dalam penerapan pengelolaan air hujan, baik di lingkungan masyarakat maupun kawasan pembangunan baru. Melalui platform tersebut, pemerintah berharap keterlibatan masyarakat, pengembang, hingga pelaku usaha dapat lebih optimal untuk mendukung pengurangan risiko banjir.
Tri Adhianto menekankan bahwa penanganan banjir membutuhkan sinergi berbagai pihak dengan dukungan teknologi serta inovasi lingkungan.
“Kami ingin Kota Bekasi menjadi contoh bagaimana persoalan banjir dapat ditangani melalui kolaborasi, teknologi, dan kepedulian lingkungan. Penanganan banjir bisa diselesaikan jika dilakukan bersama,” kata Tri Adhianto.
Dalam diskusi itu juga disampaikan bahwa konsep pengelolaan air berbasis Zero Runoff telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 06 Tahun 2020 tentang Sistem Drainase. Aturan tersebut mewajibkan setiap pemilik bangunan maupun lahan untuk mengelola air hujan di lingkungan masing-masing agar tidak seluruhnya masuk ke drainase kota.
Dengan kolaborasi berbasis teknologi ini, Pemkot Bekasi berharap penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan, demi menciptakan lingkungan kota yang aman serta nyaman bagi masyarakat.