BERITA TERKINI
Guru Besar IPB: SAE dan Big Data Berpotensi Menguatkan Penyusunan Statistik Resmi Negara

Guru Besar IPB: SAE dan Big Data Berpotensi Menguatkan Penyusunan Statistik Resmi Negara

Guru Besar Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika IPB University, Prof Anang Kurnia, memaparkan kontribusi statistika dan sains data dalam penyusunan statistik resmi negara di Indonesia. Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan menggali wawasan atau informasi bermakna dari kumpulan data untuk mendukung pengambilan keputusan dan penyusunan rekomendasi tindak lanjut.

Pernyataan itu disampaikan Prof Anang dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah yang digelar pada 23 Januari melalui Zoom Meeting. Ia menjelaskan bahwa statistika dan sains data digunakan untuk menghasilkan insight yang dapat dimanfaatkan dalam proses perumusan kebijakan.

Prof Anang menyoroti tantangan statistik resmi negara seiring berkembangnya otonomi daerah. Salah satu tantangan utamanya adalah melakukan pendugaan atau pengukuran indikator pembangunan berkelanjutan secara akurat pada wilayah yang lebih kecil dari daerah otonom, seperti tingkat kecamatan hingga desa atau kelurahan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ia menjelaskan pendugaan area kecil atau small area estimation (SAE) sebagai metode atau algoritma dalam statistika dan sains data yang ditujukan untuk menghasilkan prediksi atau penduga parameter yang reliabel pada subdomain berupa wilayah administratif yang lebih kecil.

Dalam penelitian yang dilakukan bersama timnya, Prof Anang menyebut big data dan SAE memiliki potensi untuk mengubah cara pendugaan parameter, terutama dalam konteks penyusunan statistik resmi negara. Ia menilai SAE mampu menghasilkan data statistik dengan akurasi yang baik untuk subdomain yang menjadi perhatian.

Sementara itu, big data dinilai berpotensi menjadi sumber peubah penyerta dalam penerapan SAE, dapat berperan sebagai pengganti survei, serta dapat menjadi dasar dalam pengembangan model SAE yang baru.

Ia juga menekankan pentingnya statistika dan sains data dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi pemerintah maupun industri, sekaligus meningkatkan kontribusi pada inovasi yang dikembangkan. Secara kelembagaan, Prof Anang memandang perlunya pembentukan Collaborative Research and Innovation Center (CRIC) of Data Science yang mengandalkan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

Terkait pemanfaatan big data, Prof Anang menambahkan bahwa kualitas data sangat ditentukan oleh integritas dan keterampilan pengelolanya. Ia menekankan pentingnya kejujuran, disertai kemampuan mengelola data, agar kualitas data tetap terjaga.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa seorang statistisi atau data saintis perlu bekerja sama dengan ahli yang berpengalaman. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membantu menjaga reliabilitas dan validitas data.