Perkembangan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan transformasi digital disebut telah mengubah lanskap dunia kerja. Perusahaan dinilai tidak lagi cukup mencari tenaga kerja dengan kemampuan dasar teknologi, melainkan membutuhkan profesional teknologi informasi (IT) dengan keahlian tingkat lanjut untuk menciptakan solusi inovatif.
Dalam konteks tersebut, program Magister Informatika dipandang sebagai salah satu pilihan strategis di era digital. Laporan LinkedIn Global Talent Trends 2025 mencatat permintaan terhadap talenta dengan keahlian AI, machine learning, dan data science terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. World Economic Forum juga menekankan keterampilan teknologi tingkat lanjut sebagai faktor kunci dalam persaingan tenaga kerja global.
Ketua Program Studi Informatika (S2) Universitas Nusa Mandiri (UNM), Prof Dr Agus Subekti, menyatakan pendidikan lanjutan kini menjadi kebutuhan bagi profesional IT. “Di era AI seperti sekarang, profesional IT tidak bisa berhenti belajar. Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan agar tetap mampu bersaing,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Selasa (21/4/2026).
Menurut Agus, program magister tidak hanya memperdalam kemampuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan analitis. Ia menambahkan, mahasiswa magister dituntut mampu mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk berbagai permasalahan nyata di industri.
Meningkatnya kebutuhan tenaga ahli teknologi juga terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang mencari kandidat dengan kualifikasi pendidikan lanjutan. Sejumlah posisi strategis di bidang AI, data science, hingga cybersecurity disebut kini mensyaratkan gelar magister.
Selain itu, kemunculan bidang baru seperti computer vision, blockchain, dan big data analytics turut memperkuat urgensi pendidikan lanjutan bagi profesional IT agar tetap relevan dan kompetitif.
Sementara itu, Kepala Kampus UNM kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menyebut jenjang magister dapat membuka peluang karier yang lebih luas dan strategis. “Profesional yang melanjutkan studi ke jenjang magister memiliki kesempatan naik ke level strategis, baik sebagai expert, researcher, maupun pemimpin di bidang teknologi,” katanya.
Bryan juga menekankan pentingnya memilih institusi pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri. “Program magister harus dirancang adaptif terhadap perkembangan teknologi agar lulusan benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
UNM menyatakan menghadirkan Program Magister Informatika yang dirancang sesuai kebutuhan industri digital masa kini, dengan fokus pada pengembangan teknologi seperti AI dan sains data. UNM juga menyebut Program Magister Informatika (S2) telah meraih akreditasi Unggul.
UNM menyampaikan pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka, dengan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id/.