BERITA TERKINI
AI Makin Diterapkan di Berbagai Sektor, Mahasiswa Diminta Kuasai Skill Data dan Kecerdasan Buatan Sejak Kuliah

AI Makin Diterapkan di Berbagai Sektor, Mahasiswa Diminta Kuasai Skill Data dan Kecerdasan Buatan Sejak Kuliah

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kian masif dan memengaruhi berbagai sektor, mulai dari bisnis, pendidikan, kesehatan hingga media digital. Transformasi ini tidak hanya mengubah cara industri bekerja, tetapi juga turut mendefinisikan ulang keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Di tengah perubahan tersebut, pemahaman tentang AI bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, dinilai bukan lagi sekadar pilihan. Sejumlah perusahaan di berbagai sektor telah memanfaatkan AI untuk analisis data, efisiensi operasional, hingga mendorong inovasi produk dan layanan.

Sejumlah laporan industri global juga menunjukkan peningkatan adopsi AI dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, disebutkan lebih dari 60 persen perusahaan global telah mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis, yang menegaskan pentingnya kompetensi berbasis data dan kecerdasan buatan di era digital.

Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menilai mahasiswa perlu mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan tersebut. “Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mahasiswa perlu memahami cara kerja dan pemanfaatannya secara produktif,” ujarnya, Senin (20/4).

Bryan menekankan AI tidak sepenuhnya menggantikan manusia, melainkan berperan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi kerja. Menurutnya, AI mampu mengolah data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat, namun kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pengambilan keputusan strategis tetap menjadi keunggulan manusia.

Perkembangan AI juga memunculkan peluang karier baru yang dinilai menjanjikan, seperti data scientist, AI engineer, machine learning specialist, hingga data analyst. Profesi-profesi tersebut disebut semakin dibutuhkan di berbagai industri.

Sejalan dengan kebutuhan itu, dunia pendidikan dituntut menghadirkan program yang relevan. UNM, yang memperkenalkan diri sebagai Kampus Digital Bisnis, menghadirkan Program Studi Sains Data untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi pengolahan data, analisis statistik, pemrograman, serta penerapan AI di berbagai bidang industri.

Melalui pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa didorong untuk mengolah data menjadi insight strategis yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis maupun pengembangan inovasi teknologi.

Bryan menambahkan, kombinasi kemampuan teknologi dan pemahaman bisnis menjadi salah satu kunci daya saing lulusan saat ini. “Di era transformasi digital, skill teknologi harus diimbangi dengan wawasan bisnis. Kombinasi ini akan membuat lulusan lebih siap dan unggul di dunia kerja,” katanya.

Dengan penguasaan yang tepat, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berperan sebagai inovator yang menghadirkan solusi digital bagi masyarakat.