BERITA TERKINI
Uninstall ChatGPT di AS Melonjak Usai OpenAI Kerja Sama dengan Departemen Pertahanan

Uninstall ChatGPT di AS Melonjak Usai OpenAI Kerja Sama dengan Departemen Pertahanan

Warga Amerika Serikat ramai-ramai menghapus aplikasi ChatGPT dari ponsel mereka setelah OpenAI mengumumkan kesepakatan kerja sama dengan Departemen Pertahanan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Departemen tersebut kini disebut sebagai Departemen Perang.

Berdasarkan data Sensor Tower, volume uninstall aplikasi mobile ChatGPT melonjak hampir empat kali lipat pada Sabtu, 28 Februari 2026. Lonjakan uninstall tercatat sebesar 295 persen, jauh di atas rata-rata tingkat uninstall ChatGPT yang berada di angka 9 persen dalam 30 hari terakhir.

Di saat yang sama, aplikasi pesaing ChatGPT, Claude buatan Anthropic, mencatat kenaikan unduhan. Jumlah download Claude naik 37 persen pada Jumat dan meningkat 51 persen pada Sabtu. Anthropic menyatakan mereka sudah tidak bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS.

Anthropic menjelaskan bahwa mereka tidak dapat memenuhi permintaan Pentagon untuk mengubah syarat dan kebijakan penggunaan Claude. Perusahaan itu menyebut kebijakannya melarang model AI mereka digunakan untuk memata-matai warga AS serta mendukung senjata otonom, yakni senjata yang dapat mengincar target tanpa intervensi manusia.

Pergerakan uninstall ChatGPT dan lonjakan unduhan Claude turut diikuti perubahan tren unduhan ChatGPT. Pertumbuhan download ChatGPT dilaporkan tertekan, turun 13 persen pada Sabtu dibanding hari sebelumnya. Pada Jumat, jumlah download ChatGPT sempat naik 14 persen, sebelum kemudian turun menjadi 5 persen pada Minggu.

Claude juga dilaporkan menjadi aplikasi nomor satu di App Store selama akhir pekan, setelah sebelumnya berada di luar 20 besar aplikasi paling populer di toko aplikasi milik Apple tersebut.

Sebelumnya, CEO Anthropic Dario Amodei menyatakan perusahaannya “tak bisa secara nurani” mengizinkan Departemen Pertahanan AS menggunakan model AI mereka tanpa pembatasan, meskipun untuk tindakan yang sejalan dengan hukum AS.

Dalam beberapa pekan terakhir, Anthropic disebut bernegosiasi dengan Pentagon terkait penggunaan model AI mereka. Di tengah negosiasi itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth disebut mengancam akan memberi label “ancaman rantai pasok” kepada Anthropic untuk mendorong perubahan kebijakan pembatasan penggunaan AI. Anthropic juga disebut diancam menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan agar memenuhi permintaan pemerintah AS.

Namun, Anthropic menegaskan tetap mempertahankan kebijakan yang melarang penggunaan model AI mereka untuk senjata otonom dan pemantauan terhadap warga AS, sementara Pentagon menginginkan pembatasan tersebut dicabut.

“Pemilihan kontraktor [pertahanan] sesuai visi mereka adalah prerogatif Departemen Pertahanan. Namun, dengan nilai substansial yang diberikan teknologi Anthropic untuk tentara AS, kami harap mereka mempertimbangkannya kembali,” kata Amodei.