BERITA TERKINI
Jaringan Internet Terganggu, Pelaksanaan TKA di SDN Ntoke Dipindah ke Rumah Warga

Jaringan Internet Terganggu, Pelaksanaan TKA di SDN Ntoke Dipindah ke Rumah Warga

Bima – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SD Negeri Ntoke, Kecamatan Wera, terganggu akibat jaringan internet yang tidak stabil. Sejumlah siswa terpaksa melanjutkan ujian di rumah warga yang memiliki sinyal lebih baik.

Gangguan terjadi pada hari kedua pelaksanaan TKA, Selasa (21/4), setelah hujan turun sejak Senin hingga Selasa (20–21/4). Kondisi cuaca tersebut membuat jaringan internet di sekolah tidak dapat digunakan.

Guru sekaligus operator SD Negeri Ntoke, Abrar, mengatakan pelaksanaan tes pada hari pertama masih bisa dilakukan di sekolah. Namun, pada hari kedua, kegiatan harus dipindahkan karena jaringan kembali bermasalah.

“Karena terkendala tadi pagi karena hujan semalam sehingga gangguan jaringan. Jadi kita bergeser ke rumah warga yang ada sinyalnya untuk mengikuti ujian,” ujar Abrar, Selasa (21/4).

Tahun ini, sebanyak 21 siswa mengikuti TKA di SD Negeri Ntoke. Karena menumpang jaringan internet milik warga, pelaksanaan ujian dibagi menjadi tiga sesi agar jaringan tidak terlalu terbebani.

Abrar menjelaskan, keterbatasan jaringan internet di sekolah terjadi karena wilayah tersebut belum memiliki menara jaringan seluler. Selama ini, akses internet hanya mengandalkan jaringan yang kestabilannya sangat dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi kelistrikan.

“Kalau dasarnya sinyalnya susah, karena memang susah bahkan tidak ada sinyal di kita ini (Desa Ntoke), jadi kalau hujan atau mati lampu jaringan internetnya selalu eror,” katanya.

Ia menyebut fasilitas jaringan internet baru tersedia pada akhir tahun 2025 untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis daring, seperti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan TKA.

Kondisi serupa juga dialami sekolah lain di Desa Ntoke. Abrar mengungkapkan, di SD Inpres Ntoke, pelaksanaan TKA pada hari pertama bahkan tidak dapat diselesaikan akibat gangguan jaringan.

Menurut Abrar, saat ini hampir seluruh layanan pendidikan berbasis daring, sehingga keberadaan jaringan internet yang stabil menjadi kebutuhan utama bagi sekolah di wilayah terpencil.

“Kita dituntut untuk online sementara sarana prsarana penunjang kita untuk kerja ini ya contohnya jaringan ini tidak stabil untuk kita kerja,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memperkuat jaringan internet agar kegiatan belajar dan pelaksanaan ujian tidak terus terganggu.

“Harapan kami sih sederhana saja, semoga ke depan jaringan di sini bisa lebih bagus, supaya anak-anak tidak lagi susah ikut ujian gara-gara sinyal. Saat Bupatu melakukan Selasa Menyapa kemarin, kami sudah sampaikan soal sinyal ini, dan semoga benar-benar segera ada upaya peningkatan,” kata Abrar.