Bank Mandiri menghadirkan fitur baru di aplikasi Livin’ by Mandiri berupa Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Fitur ini terintegrasi langsung di aplikasi dan ditujukan untuk memudahkan nasabah ritel memantau serta mengurangi jejak karbon pribadi melalui pembelian unit karbon.
Fitur SPE-GRK merupakan hasil kolaborasi Bank Mandiri dengan IDXCarbon dan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi. SPE-GRK adalah unit karbon yang merepresentasikan pengurangan emisi dari proyek pemeliharaan lingkungan tertentu. Melalui pembelian sertifikat ini, nasabah turut mendukung pendanaan proyek-proyek hijau yang telah terverifikasi.
Dalam aplikasi, fitur tersebut menyediakan beberapa fungsi utama, antara lain kalkulator karbon untuk menghitung estimasi emisi dari aktivitas harian, akses pembelian sertifikat sebagai bentuk carbon offset pada proyek lingkungan, materi edukasi terkait pentingnya pengurangan emisi, serta integrasi dalam ekosistem Livin’ Planet untuk memantau kontribusi lingkungan.
Untuk menggunakan fitur ini, nasabah diminta memperbarui aplikasi ke versi terbaru dan masuk ke akun. Selanjutnya, pengguna dapat membuka menu Livin’ Planet, lalu memanfaatkan kalkulator karbon dengan memasukkan data aktivitas harian agar sistem menampilkan estimasi emisi. Setelah itu, nasabah bisa memilih proyek carbon offset yang tersedia dan melanjutkan transaksi pembelian SPE-GRK sesuai nominal yang diinginkan. Jika pembayaran berhasil, sertifikat digital akan tercatat sebagai bukti kontribusi.
Salah satu proyek yang tersedia saat ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei di Sumatera Utara. Proyek tersebut disebut memiliki kapasitas pengurangan emisi sebesar 265.000 tCO2e, yang dinyatakan setara dengan emisi sekitar 30.000 kendaraan bermotor dalam kurun waktu tertentu.
Bank Mandiri menilai kehadiran fitur ini tidak hanya memperluas layanan digital, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai dampak aktivitas harian terhadap emisi. Selain itu, akses pembelian unit karbon melalui aplikasi membuka peluang keterlibatan nasabah individu dalam inisiatif keberlanjutan yang selama ini lebih lekat dengan ranah korporasi.
Ke depan, kolaborasi berbasis ESG disebut akan diperkuat dengan fokus memperluas jangkauan proyek lingkungan agar nasabah memiliki lebih banyak pilihan. Pengembangan ini juga menandai perluasan fungsi aplikasi perbankan, dari sekadar layanan transaksi keuangan menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup berkelanjutan.