Ubisoft membantah keaslian sebuah tangkapan layar yang beredar luas dan diklaim sebagai tampilan perdana Assassin’s Creed Invictus. Perusahaan menyatakan gambar tersebut telah dimanipulasi, di tengah ramainya perbincangan tentang kebocoran informasi game dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Peristiwa ini bermula ketika seorang pembocor dengan nama pengguna J0nathan membagikan tangkapan layar yang disebut-sebut berasal dari Invictus. Gambar itu menampilkan karakter di sebuah arena yang terlihat belum selesai, menyerupai materi dari tahap pengembangan awal.
Akun resmi Assassin’s Creed di X merespons langsung unggahan tersebut. Ubisoft menyebut gambar itu kemungkinan berasal dari materi uji coba pribadi, tetapi telah banyak diubah dan diduga menggunakan AI. Dalam pernyataannya, Ubisoft juga menilai penyebaran informasi yang keliru bukan hal yang baik.
Tak lama kemudian, J0nathan mengakui bahwa ia menggunakan AI untuk memanipulasi warna gambar. Ia menyebut langkah itu dilakukan untuk “menghidupkan warna” karena versi asli dinilai terlihat buruk. Setelah itu, ia merilis gambar yang diklaim sebagai versi orisinal tanpa editan, dengan perbedaan yang terlihat jelas dibanding versi sebelumnya.
Insiden ini kembali menyoroti proyek Codename Invictus, yang disebut tengah dikembangkan oleh para veteran For Honor dengan fokus pada mode PvP multiplayer dan kabarnya terinspirasi dari Fall Guys. Ubisoft menyatakan akan membagikan informasi lebih lanjut mengenai proyek tersebut “ketika waktunya tepat.”
Di sisi lain, Ubisoft juga disebut tengah berfokus mengembangkan Invictus serta proyek lain, termasuk remake Assassin’s Creed: Black Flag Resynced. Dalam informasi yang beredar, judul tersebut dijadwalkan rilis pada 9 Juli dan disebut sebagai remake total yang dibangun ulang menggunakan Ubisoft Anvil Engine.