Token Internet Computer (ICP) mencatat kenaikan 10% dalam 24 jam hingga 8 Mei 2026. Pada periode tersebut, ICP diperdagangkan di kisaran US$3,30, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,82 miliar dan volume transaksi harian US$171,1 juta. Berdasarkan kapitalisasi pasar, ICP berada di peringkat ke-47 secara global.
Secara persentase, kenaikan ICP disebut lebih kecil dibandingkan beberapa token lain yang sedang tren pada hari yang sama. Namun dari sisi nilai dolar, pergerakan ini dinilai paling menonjol karena ukuran asetnya. Kenaikan 10% pada kapitalisasi pasar US$1,82 miliar merepresentasikan tambahan sekitar US$165 juta dalam satu sesi perdagangan.
Aktivitas perdagangan juga relatif besar. Volume harian US$171,1 juta hampir setara dengan total kapitalisasi pasar sejumlah token kecil yang masuk daftar tren, sebuah indikator yang kerap diperhatikan pelaku pasar yang membutuhkan likuiditas untuk menempatkan posisi dalam ukuran lebih besar.
Dalam denominasi Bitcoin, ICP naik 12,8% pada hari itu. Sementara dalam denominasi Ether, ICP menguat 13,2%. Kedua data tersebut menunjukkan ICP mengungguli dua aset kripto terbesar dalam sesi perdagangan yang sama.
Internet Computer dikembangkan oleh DFINITY Foundation sebagai blockchain tujuan umum yang dirancang untuk menjalankan smart contract dengan kecepatan web. Unit inti pada jaringan ini adalah “canister”, smart contract berbasis WebAssembly yang dapat menyajikan konten web secara langsung. Dalam konsepnya, aplikasi terdesentralisasi penuh dapat berjalan sepenuhnya di ICP tanpa bergantung pada layanan cloud terpusat seperti Amazon Web Services atau Google Cloud.
Arsitektur ini turut menarik perhatian pengembang AI. Model machine learning, pada prinsipnya, dapat dideploy sebagai canister, lalu permintaan inferensi dijalankan on-chain. Pendekatan tersebut dipandang memiliki implikasi privasi yang berbeda dibanding API AI tersentralisasi karena tidak ada satu entitas yang mengendalikan komputasi atau menyimpan data kueri. Dalam konteks ini, ICP diposisikan sejajar dengan token seperti Gensyn dan Venice sebagai kandidat lapisan infrastruktur untuk inferensi AI terdesentralisasi.
ICP juga mendukung smart contract yang dapat memproses permintaan HTTP secara langsung. Fitur yang disebut HTTP outcalls ini memungkinkan canister mengambil data off-chain tanpa harus bergantung pada jaringan oracle eksternal.
Dari sisi historis, DFINITY meluncurkan mainnet Internet Computer pada Mei 2021 dengan sorotan besar. ICP sempat debut di harga di atas US$700, sebelum turun lebih dari 99% dalam 18 bulan berikutnya. Proyek ini kemudian menghadapi kritik terkait desain tokenomics dan sistem neuron tata kelola. DFINITY merespons dengan mempercepat hibah pengembang serta merilis linimasa roadmap yang lebih rinci.
ICP menghabiskan sebagian besar 2022 dan 2023 di bawah US$5. Token ini sempat pulih hingga sekitar US$20 pada awal 2024, lalu kembali melemah. Level saat ini di sekitar US$3,30 disebut mencerminkan pemulihan berkelanjutan dari titik terendah pada 2025 di dekat US$2. Sepanjang 2026, pembangunan AI on-chain menjadi narasi utama yang menjaga minat baru terhadap proyek ini.
Dalam lanskap kompetitif, ICP bersaing dengan sejumlah jaringan yang membidik pasar cloud terdesentralisasi dan AI on-chain. Bittensor (TAO) berfokus pada pasar pelatihan dan inferensi model terdesentralisasi. Venice Token menawarkan inferensi privat menggunakan hardware konsumen, sementara Gensyn menargetkan komputasi GPU terdistribusi untuk pelatihan model. Diferensiasi utama ICP berada pada klaim eksekusi full-stack on-chain, termasuk hosting frontend.
Namun, klaim full-stack tersebut masih diperdebatkan karena penerapan praktis untuk banyak aplikasi produksi dinilai masih melibatkan komponen off-chain. Ke depan, data aktivitas pengembang di ICP on-chain disebut menjadi salah satu metrik kunci yang perlu dipantau dalam beberapa minggu mendatang.