Pemerintah Tiongkok berupaya menghalangi rencana akuisisi perusahaan kecerdasan buatan (AI) oleh Meta. Langkah ini mencerminkan meningkatnya pengawasan Beijing terhadap investasi asing di sektor teknologi yang dinilai strategis.
Dilansir dari Al-Jazeera pada Rabu (29/4), kebijakan tersebut juga dikaitkan dengan persaingan geopolitik antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Dalam konteks ini, otoritas Tiongkok menilai perlunya pembatasan terhadap transaksi yang berpotensi memengaruhi penguasaan teknologi dan sumber daya manusia.
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok menyatakan akan melarang akuisisi perusahaan AI Manus oleh pihak asing. Meski tidak menyebut Meta secara langsung, kebijakan itu disebut diarahkan pada transaksi yang melibatkan perusahaan tersebut. Keputusan ini menegaskan kekhawatiran Beijing terkait potensi alih teknologi dan perpindahan tenaga ahli.
Manus merupakan perusahaan rintisan AI yang memiliki akar di Tiongkok namun berbasis di Singapura. Perusahaan ini mengembangkan teknologi agen AI yang mampu menjalankan tugas kompleks secara mandiri, yang dinilai strategis dalam perkembangan industri kecerdasan buatan global.
Meta menyatakan proses akuisisi telah sesuai dengan hukum yang berlaku dan menyatakan siap mengikuti proses investigasi yang dilakukan otoritas Tiongkok. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menegaskan akan melindungi kepentingan sektor teknologi domestiknya.