Jakarta — Meningkatnya aktivitas belanja online di Indonesia turut mendorong pertumbuhan volume pengiriman paket dalam beberapa tahun terakhir. Di balik kemudahan transaksi digital dan layanan antar yang semakin cepat, muncul risiko yang kerap luput dari perhatian masyarakat, yakni potensi kebocoran data pribadi serta bertambahnya limbah kemasan.
PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengelola kemasan dan resi paket. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mendorong ekosistem logistik yang lebih aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti mengingatkan bahwa label pengiriman yang menempel pada paket memuat informasi pribadi penerima, seperti nama, nomor telepon, dan alamat lengkap. Jika dibuang tanpa dihapus, informasi tersebut berisiko disalahgunakan. “Label pengiriman yang menempel di paket berisi informasi pribadi seperti nama, nomor telepon, dan alamat lengkap. Jika dibuang tanpa dihapus, data ini berisiko disalahgunakan,” ujar Yulina di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Dalam edukasi publik, TIKI membagikan tiga langkah sederhana yang dapat diterapkan konsumen untuk membangun kebiasaan pengelolaan paket yang lebih cerdas.
Pertama, hapus atau robek informasi pada label pengiriman. Resi atau label pengiriman sering kali menjadi sumber informasi pribadi yang tidak disadari. Dengan menghapus atau merobek bagian yang memuat nama, alamat, dan nomor telepon, konsumen dapat mengurangi potensi penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kedua, gunakan kembali kemasan yang masih layak. TIKI menyebut kemasan seperti kardus, bubble wrap, atau paper wrap kerap masih bisa dipakai kembali apabila kondisinya baik. Namun, sebelum digunakan, konsumen diminta memastikan label lama sudah dilepas atau ditutup dengan lakban baru. Kebiasaan ini didorong melalui ajakan “Reuse Before You Throw” untuk membantu menekan timbunan sampah kemasan.
Ketiga, pisahkan kemasan dan kirim ke tempat daur ulang. TIKI mengingatkan bahwa kardus, plastik, dan pita perekat memerlukan penanganan berbeda agar dapat didaur ulang dengan benar. Kemasan berbahan kertas disarankan disimpan dalam kondisi kering, sedangkan plastik pembungkus dapat dikumpulkan dan disalurkan ke bank sampah atau gerai daur ulang di kota tempat konsumen tinggal.
Melalui tiga langkah tersebut, TIKI berharap masyarakat dapat lebih terlindungi dari risiko penyalahgunaan data pribadi sekaligus berkontribusi mengurangi dampak lingkungan dari meningkatnya aktivitas pengiriman paket.