Tiga siswa SMP ABBS Surakarta, Khairan Athaya Wibowo, Muhammad Fadhil Wibowo, dan Khaifat Athallah Wibowo, mengembangkan aplikasi pengelolaan bank sampah berbasis digital bertajuk “Bank Saku – Ubah Sampah Jadi Rupiah”. Inovasi dari program ICT (Information and Communication Technology) ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan pengelolaan bank sampah yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual.
Ketua tim, Khairan Athaya Wibowo, menjelaskan pengembangan aplikasi diawali dengan riset langsung ke Bank Sampah Migunani. Dari hasil pengamatan, tim menemukan proses pencatatan hingga pelaporan masih dilakukan secara manual. “Kami melihat bahwa sistem pengelolaan masih manual, mulai dari pencatatan hingga pelaporan. Dari situ, kami menawarkan solusi berupa aplikasi digital agar pengelolaan menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
“Bank Saku” dirancang dengan sistem sederhana. Pengguna dapat registrasi akun, lalu masuk untuk menggunakan fitur-fitur yang tersedia. Tiga fitur utama aplikasi ini meliputi Setor Sampah, Tarik Saldo, dan Jadwal Jemput. Selain itu, terdapat fitur pendukung seperti berita yang diperbarui, riwayat setor sampah, serta laporan terperinci yang dapat diakses mingguan, bulanan, hingga tahunan, termasuk rincian berdasarkan jenis sampah.
Aplikasi ini juga terintegrasi dengan QRIS yang berfungsi sebagai bukti digital atau presensi saat pengguna melakukan setor sampah pada hari tertentu. Fitur tersebut ditujukan untuk memudahkan dokumentasi aktivitas sekaligus meningkatkan transparansi pencatatan.
Tim pengembang menyebut tujuan utama aplikasi ini adalah menyediakan solusi digital yang praktis, efisien, dan mudah diakses untuk pengelolaan bank sampah, sehingga dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah.
Atas inovasi tersebut, “Bank Saku” dibawa ke ajang Krenova Kota Surakarta 2026 dan terpilih sebagai salah satu perwakilan Kota Surakarta melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah untuk mengikuti Krenova tingkat Provinsi pada 5–6 Juni 2026. Tim ini juga menjadi satu-satunya peserta dari jenjang SMP dalam ajang tersebut.