BERITA TERKINI
TelkomGroup Ungkap Penyebab Gangguan Internet dan Telepon di Jayapura Selama Sekitar Lima Jam

TelkomGroup Ungkap Penyebab Gangguan Internet dan Telepon di Jayapura Selama Sekitar Lima Jam

TelkomGroup menjelaskan penyebab gangguan jaringan internet dan telepon yang terjadi selama kurang lebih lima jam di wilayah Jayapura pada Kamis (9/4/2026). Gangguan tersebut sempat dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas komunikasi dan pekerjaan yang bergantung pada akses internet.

General Manager Telkom Witel Papua, Antonius Joko Sritomo, menyebut gangguan dipicu kendala pada perangkat penguat sinyal (amplifier) di fasilitas Cable Landing Station (CLS) Amai. CLS Amai merupakan titik terminasi jaringan kabel laut SKKL PATARA di Papua. Penjelasan itu disampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (9/4/2026).

Menurut Antonius, kendala pada perangkat tersebut menyebabkan penurunan kapasitas jaringan. Dampaknya dirasakan pada sebagian layanan internet, IPTV, layanan data korporat, serta penyesuaian kapasitas layanan mobile di wilayah terdampak.

TelkomGroup, kata dia, melakukan investigasi teknis dan penanganan menyeluruh. Selama proses perbaikan, perusahaan mengaktifkan jalur cadangan melalui sistem kabel laut alternatif untuk menopang layanan sementara, dengan prioritas pada layanan publik, khususnya jaringan mobile agar komunikasi masyarakat tetap terjaga.

“Tim teknis telah melakukan penggantian perangkat penguat sinyal di lokasi CLS Amai sebagai bagian dari langkah penanganan,” kata Antonius.

Setelah penggantian perangkat selesai, Antonius menyatakan kondisi layanan TelkomGroup di wilayah Jayapura kembali normal dan seluruh layanan dapat diakses sebagaimana mestinya. TelkomGroup juga menyebut akan melakukan pemantauan intensif untuk menjaga stabilitas layanan dan meminimalkan potensi gangguan serupa.

TelkomGroup turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi dukungan berbagai pihak selama proses pemulihan.

Gangguan tersebut juga berdampak pada pekerjaan sejumlah jurnalis. Wartawan di Kabupaten Jayapura, Muhammad Irfan, mengatakan gangguan menghambat kerja-kerja jurnalistik, terutama pengiriman naskah berita ke redaksi yang biasanya dilakukan melalui email atau aplikasi pesan singkat.

“Untuk kami yang bekerja di media, internet sangat penting, terutama untuk mengirim berita ke kantor. Dengan gangguan ini, pekerjaan kami jadi terhambat,” kata Irfan.

Irfan juga mengaku kesulitan memperoleh informasi terbaru, termasuk agenda kegiatan pemerintah yang biasanya dibagikan melalui grup WhatsApp.

Jurnalis lain, Tumbur Paindungan Gultom, menyampaikan keluhan serupa. Ia menyatakan kecewa karena penanganan gangguan dinilai lamban dan meminta pertanggungjawaban serta kompensasi bagi pelanggan.

“Kami sangat dirugikan, apalagi bagi pekerja media. Kami minta Telkomsel (TelkomGroup) bertanggung jawab dan bisa memberikan kompensasi kepada pelanggan,” kata Tumbur.