Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau menjelaskan penyebab gangguan jaringan internet yang sempat dikeluhkan masyarakat di kawasan wisata Derawan dan Maratua dalam beberapa waktu terakhir. Diskominfo menegaskan, gangguan tersebut bukan disebabkan kerusakan tower telekomunikasi, melainkan akibat terputusnya kabel fiber optik (FO) di wilayah Tanjung Batu.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan kabel FO terputus karena terkena aktivitas penggalian. Peristiwa itu berdampak pada koneksi internet di Tanjung Batu hingga wilayah kepulauan, termasuk Derawan dan Maratua.
“Jadi sebenarnya bukan tower yang bermasalah. Yang terjadi kemarin itu kabel FO di Tanjung Batu sempat terputus karena terkena aktivitas penggalian. Dampaknya memang mempengaruhi jaringan internet di Tanjung Batu, Derawan sampai Maratua,” ujar Didi.
Gangguan tersebut membuat koneksi internet di sejumlah wilayah kepulauan menjadi lambat dan tidak stabil. Kondisi ini memicu keluhan warga, terutama pelaku usaha pariwisata dan masyarakat yang aktivitas hariannya bergantung pada internet. Derawan dan Maratua merupakan destinasi wisata unggulan Berau yang membutuhkan jaringan stabil untuk komunikasi, transaksi digital, hingga kebutuhan promosi.
Meski jalur utama sempat mengalami gangguan, Diskominfo memastikan layanan internet tidak sepenuhnya terhenti. Menurut Didi, masih tersedia jalur cadangan (backup) berkapasitas 400 Mbps dari wilayah Biatan.
“Ketika jalur utama mengalami cut off, sebenarnya internet masih tetap berjalan melalui backup dari Biatan. Hanya saja kapasitasnya tidak maksimal sehingga masyarakat merasakan jaringan melambat,” jelasnya.
Diskominfo menyebut sistem cadangan tersebut cukup membantu menjaga konektivitas di Derawan. Namun, Maratua dilaporkan terdampak lebih besar karena posisinya yang bergantung pada jalur utama.
Di sisi lain, Diskominfo juga menyampaikan adanya peningkatan kapasitas bandwidth internet untuk Derawan. Didi menyebut pemerintah daerah bersama Telkom telah menambah kapasitas internet di Derawan dari 750 Mbps menjadi 1.200 Mbps.
“Alhamdulillah sekarang ada peningkatan kapasitas menjadi 1.200 Mbps untuk Derawan. Ini tentu sangat membantu karena kebutuhan internet di sana terus meningkat,” katanya.
Untuk wilayah Maratua, kapasitas internet yang tersedia saat ini mencapai 500 Mbps, dengan penggunaan sekitar 73 persen. Dengan angka tersebut, Diskominfo menilai kapasitas yang ada masih memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun wisatawan.
Meski begitu, pemerintah daerah tetap merencanakan penguatan jaringan di sejumlah titik yang dinilai masih rawan gangguan. Diskominfo Berau bersama Telkomsel Tarakan disebut tengah menyusun agenda survei lapangan untuk memetakan area yang perlu diperkuat, termasuk kawasan pesisir dan destinasi wisata lain seperti Biduk-Biduk.
“Karena Maratua ini daerah wisata, tentu kita ingin kualitas jaringan terus ditingkatkan. Nanti kami akan survei bersama Telkomsel untuk melihat titik mana saja yang perlu diperkuat lagi,” ujar Didi.
Selain peningkatan kapasitas, Diskominfo juga menyoroti tantangan menjaga ketahanan jaringan di wilayah kepulauan yang dipengaruhi kondisi geografis dan cuaca ekstrem. Didi menyebut angin kencang, hujan deras, hingga gelombang tinggi kerap berdampak pada kualitas jaringan, termasuk akibat perubahan arah satelit dan kondisi mati listrik.
“Kalau cuaca ekstrem atau angin kencang memang sangat berpengaruh. Kadang jaringan terganggu karena perubahan arah satelit atau terjadi mati listrik. Itu memang faktor alam yang sulit dihindari,” ungkapnya.
Diskominfo menyatakan akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan internet di kawasan wisata agar aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata tetap berjalan optimal, seiring meningkatnya peran internet sebagai penunjang ekonomi, pendidikan, dan promosi pariwisata digital di Berau.