TelkomGroup menyampaikan penjelasan resmi terkait gangguan layanan telekomunikasi yang terjadi di wilayah Jayapura, Papua, sejak Kamis (9/4/2026) pagi. Gangguan tersebut dilaporkan memengaruhi kualitas layanan internet, IPTV, layanan data korporat, serta menyebabkan penyesuaian kapasitas jaringan seluler di area terdampak.
General Manager Witel Papua, Antonius Joko Sritomo, menyatakan gangguan dipicu masalah teknis pada perangkat penguat sinyal (amplifier) di fasilitas Cable Landing Station (CLS) Amai. Lokasi ini merupakan salah satu titik terminasi jaringan kabel laut SKKL PATARA di Papua.
Menurut TelkomGroup, kerusakan pada perangkat tersebut mengakibatkan penurunan kapasitas jaringan. Dampaknya, sebagian layanan telekomunikasi mengalami penurunan kualitas hingga tidak dapat diakses secara normal.
Selama proses penanganan, TelkomGroup mengaktifkan jalur cadangan melalui sistem kabel laut alternatif untuk menopang layanan sementara. Perusahaan menyebut prioritas perbaikan difokuskan pada layanan publik dan kebutuhan masyarakat luas.
Tim teknis kemudian melakukan penggantian perangkat penguat sinyal di lokasi CLS Amai sebagai bagian dari langkah pemulihan. Setelah penggantian selesai, TelkomGroup menyatakan kondisi layanan di wilayah Jayapura telah kembali normal dan seluruh layanan dapat diakses sebagaimana mestinya.
TelkomGroup juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Perusahaan menyatakan akan terus melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan stabilitas layanan tetap terjaga serta meminimalkan potensi gangguan serupa.
Di sisi lain, seorang warga Jayapura bernama Laurens mengatakan gangguan internet sejak pukul 08.47 WIT membuat komunikasi terputus dan aktivitas masyarakat terganggu. Ia menyebut layanan ojek online seperti Maxim tidak dapat digunakan, pembayaran QRIS terhenti, serta layanan publik dan perkantoran ikut terdampak. Laurens menambahkan gangguan serupa juga dirasakan hingga wilayah Papua Pegunungan. Ia juga menyebut jaringan IndiHome terdampak, sementara layanan internet berbasis Starlink dilaporkan tetap berjalan normal.