MAKASSAR—Tech & Social Summit 2026: Digital Skill Sharing Ramadan 1447 H digelar secara daring melalui Zoom pada Ahad (8/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah praktisi teknologi untuk berbagi pengetahuan dasar dunia digital kepada peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, siswa, fresh graduate, hingga masyarakat umum yang ingin memahami bidang teknologi lebih luas.
Acara tersebut merupakan kolaborasi komunitas digital di Kota Makassar, yakni ZeeTech, Warkop IT, Remote Club, dan ZeeTech Academy. Kegiatan ini turut didukung sejumlah mitra, seperti Urban Digital Hub dan beberapa komunitas pengembang teknologi, serta media partner di antaranya DCC, Mekdi UNM, Google Developer Group Hasanuddin University, dan komunitas digital lainnya.
Mengusung tagline “Saatnya Farming Ilmu & Farming Pahala”, kegiatan ini tidak hanya menekankan peningkatan keterampilan digital, tetapi juga mengintegrasikan aspek sosial. Hasil kegiatan direncanakan untuk mendukung program berbagi kepada anak-anak panti asuhan di Kota Makassar sebagai bagian dari semangat Ramadan.
Rangkaian sesi berlangsung sejak pagi hingga sore dengan topik yang saling terhubung. Sesi pembuka disampaikan Andri Darmawan, Founder UrbanDigital, yang mengenalkan UI/UX Design serta pentingnya desain antarmuka dan pengalaman pengguna dalam pengembangan aplikasi digital.
Berikutnya, Kasmir Syariati, Lecturer UC Makassar, memaparkan konsep Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), termasuk contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari dan peluang karier di bidang tersebut. Materi jaringan komputer dan pengenalan Mikrotik disampaikan Sandhy R., Network Trainer ZeeTech Academy, yang menjelaskan dasar kerja internet serta peran networking dalam infrastruktur teknologi.
Noer Ni’ mat S., Data Analyst Kominfo Makassar, membawakan topik data analyst sebagai keterampilan penting di era digital, termasuk cara membaca dan memanfaatkan data menggunakan alat sederhana seperti Excel dan Google Sheet. Sementara itu, Zakir Ramadhan, Software Engineer PT Idpay Asia Jaya, membahas AI dan cyber security, menyoroti risiko keamanan digital dan pentingnya perlindungan data pribadi.
Ikramullah L., DevOps Engineer M+ Soft, memperkenalkan konsep DevOps, terutama kolaborasi antara developer dan operator untuk memastikan aplikasi berjalan stabil dan efisien. Adapun Ooka Pratama, Fullstack Trainer ZeeTech Academy, menjelaskan konsep full stack development, perbedaan frontend dan backend, serta gambaran proses membangun website secara sederhana.
Di sesi penutup, Andi Asy’hary J. Arsyad, Pandu Literasi Digital Komdigi dan dosen Ilmu Komunikasi, menyampaikan materi Digital Culture and Ethics. Ia menekankan bahwa kemudahan teknologi seperti AI telah mengubah cara manusia bekerja dan memproduksi informasi, bahkan memungkinkan satu perintah sederhana menghasilkan berbagai konten digital secara instan.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemudahan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab dan etika penggunaan teknologi. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diiringi kesadaran budaya digital dan etika untuk mencegah dampak sosial, seperti manipulasi informasi, penyalahgunaan AI, maupun penyebaran konten palsu.
Salah satu penanggap, Alif Anhar, menilai kegiatan ini menjadi ruang belajar penting bagi generasi muda untuk memahami beragam bidang teknologi secara lebih utuh sebelum menentukan jalur pembelajaran yang ingin ditekuni. Andi Asy’hary menambahkan, kegiatan serupa diharapkan menjadi momentum reflektif agar masyarakat memandang perkembangan teknologi secara lebih bijak, tidak sekadar sebagai alat produktivitas, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial di ruang digital.
Noer Ni’mat S. juga menekankan bahwa data kini menjadi kunci untuk memahami berbagai fenomena digital, bahkan dapat berfungsi sebagai bentuk storytelling pada platform digital untuk menjelaskan perilaku pengguna maupun arah pengambilan keputusan.
Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti sesi dari pagi hingga sore dengan antusias. Diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, mencerminkan tingginya minat generasi muda dalam memperdalam pemahaman di berbagai bidang teknologi.
Penyelenggara berharap peserta tidak hanya memperoleh gambaran dasar mengenai ragam digital skill, tetapi juga memahami pentingnya mempelajari, menguasai, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan demikian, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, melainkan turut berkontribusi menciptakan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat.