Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar mencatat capaian di tingkat nasional setelah 14 dosennya dinyatakan lolos pendanaan Program Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Hilirisasi Riset Prioritas, Riset Konsorsium Unggulan Berdampak, dan Inovasi Seni Nusantara Tahun Anggaran 2026. Program tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Rektor Unisba Blitar, Dr Soebiantoro, M.Si, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para dosen yang menembus program hibah nasional. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif melalui penguatan budaya akademik, peningkatan mutu penelitian, dan semangat inovasi di lingkungan kampus.
“Alhamdulillah, ini menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar Unisba Blitar. Keberhasilan 14 dosen memperoleh hibah nasional menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia kami semakin kompetitif. Kami ingin riset di kampus tidak berhenti di jurnal, tetapi memberi solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Soebiantoro, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat. “Kami terus mendorong dosen untuk meneliti persoalan yang dekat dengan rakyat, mengembangkan teknologi terapan, memperkuat UMKM, pertanian, pendidikan, hingga lingkungan hidup,” katanya.
Ragam riset dari pakan ternak hingga transportasi berkelanjutan
Pada skema Penelitian Dosen Pemula, sejumlah dosen mengusung tema strategis. Agustina Widyasworo K meneliti intensifikasi produksi hijauan tebon jagung berbasis sludge biogas media untuk meningkatkan biomasa dan nutrisi pakan ternak. Muhammad Iqbal Baihaqi mengembangkan media Augmented Reality (AR) “Sahabat Pancasila” sebagai intervensi dini pencegahan perundungan dan peningkatan kecerdasan emosional siswa sekolah dasar.
Ulva Roifatul Lailin meneliti tipologi kerentanan rumah tangga miskin di Kota Blitar melalui integrasi data sosial, kesehatan, dan ekonomi. Hangga Prima Setiawan mengkaji karakter mekanik dan termal mortar komposit berbasis abu tongkol jagung dengan pendekatan ramah lingkungan. Novia Damayanti menyusun Model LENTERA, intervensi empati berbasis structured learning approach untuk membangun budaya anti-bullying bagi konselor SMP.
Parid Rilo Pambudi mengembangkan MIND-RISK, platform indeks risiko kesehatan mental berbasis adaptasi akademik dan ketahanan psikologis untuk penguatan layanan konseling perguruan tinggi. Sementara itu, Jalu Sora Wicitra meneliti kebijakan transportasi berkelanjutan berbasis kendaraan listrik dan pengetahuan lokal untuk mengoptimalkan distribusi hasil pertanian menuju event ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar.
Inovasi digital, pertanian modern, dan kebencanaan
Dalam skema Penelitian Fundamental Reguler, Arinda Sari Sofiyana mengembangkan FloraShare, platform crowdsourcing digital untuk penguatan data tumbuhan dan literasi biodiversitas berbasis partisipasi publik. Sabitul Kirom merancang game edukasi “SIGAB” dengan pendekatan deep learning untuk meningkatkan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar.
Tri Endrawati meneliti optimalisasi produktivitas budidaya melon greenhouse melalui integrasi media organik, beneficial microorganism, dan aplikasi bionanofertilizer. Mar’atus Sholihah mengembangkan Phyto Interactive berbasis game untuk memberdayakan keterampilan berpikir sistemis mahasiswa pada materi hubungan tumbuhan dengan air.
Soebiantoro menilai keragaman tema tersebut menunjukkan dosen Unisba Blitar bergerak lintas sektor. “Ada yang meneliti pertanian modern, pendidikan karakter, kesehatan mental, lingkungan, hingga teknologi digital. Ini membuktikan Unisba Blitar berkembang sebagai kampus multidisiplin yang adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.
Program pengabdian: dari urban farming hingga ekonomi sirkular
Unisba Blitar juga mencatat keberhasilan pada program pengabdian kepada masyarakat. Empat dosen lolos pendanaan untuk skema pemberdayaan masyarakat dan desa binaan.
Dwi Kameluh Agustina mengusung inovasi augmentarium konservasi parasitoid terintegrasi pengelolaan limbah lalat buah berbasis citizen science di P4S Sari Luhur. Hanik Amaria menjalankan program peningkatan kapasitas Kelompok Wanita Tani Azalea melalui pengembangan usaha persemaian sayuran berbasis ecobisnis dan urban farming.
Tri Endrawati kembali lolos melalui program implementasi waste to value lewat inovasi produk konversi dan mitigasi sampah menuju ekonomi sirkular di Bank Sampah Cemara Asri. Sementara Palupi Puspitorini mengembangkan peningkatan circular economy melalui inovasi produk limbah terkonversi dan ekstraksi minyak sereh merah menuju Kelurahan Gedog Berdampak.
“Pengabdian kepada masyarakat adalah wajah nyata perguruan tinggi. Kami ingin ilmu dari kampus hadir di tengah warga, membantu petani, ibu rumah tangga, pelaku usaha, komunitas lingkungan, dan generasi muda,” kata Soebiantoro.
Dorong dampak bagi pembangunan daerah
Soebiantoro menyebut keberhasilan memperoleh hibah nasional berpotensi memberi dampak terhadap pembangunan daerah, terutama melalui riset terapan yang menyasar isu pertanian, pendidikan, pengelolaan sampah, ekonomi kreatif, hingga kesehatan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, dan komunitas agar hasil riset tidak berhenti sebagai dokumen akademik.
“Kami ingin hasil riset bisa dihilirisasikan, diterapkan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kampus harus hadir sebagai mitra strategis pembangunan daerah,” ujarnya.
Pengumuman penerimaan hibah disampaikan Kemdiktisaintek melalui laman BIMA. Program pendanaan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meningkatkan mutu riset nasional serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat.