BERITA TERKINI
Dekan Baru SLIS Prasetiya Mulya Tekankan Pendidikan Hukum Harus Mengawal Etika Penggunaan AI

Dekan Baru SLIS Prasetiya Mulya Tekankan Pendidikan Hukum Harus Mengawal Etika Penggunaan AI

Universitas Prasetiya Mulya mengangkat pengacara internasional Dr. Sri Hartati Rahayu sebagai Dekan School of Law and International Studies (SLIS). Pengangkatan ini disebut sebagai langkah strategis kampus untuk memperkuat pendidikan hukum yang terhubung dengan dinamika global, isu keberlanjutan, serta percepatan perkembangan teknologi digital.

Sri Hartati Rahayu, yang akrab disapa Ayu, memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang hukum dan dikenal sebagai praktisi yang aktif di ranah internasional sekaligus pebisnis. Ia meraih gelar doktor dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, serta memiliki rekam jejak dalam hukum bisnis dan tata kelola lintas negara.

Di luar praktik profesional, Ayu juga terlibat dalam isu keberlanjutan. Ia tercatat sebagai Founder dan Bendahara Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC), yang berfokus pada solusi penangkapan dan penyimpanan karbon di Indonesia.

Pengangkatan Ayu berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan akan lulusan hukum yang tidak hanya memahami aspek legal, tetapi juga mampu membaca kompleksitas isu global. Tantangan tersebut mencakup transisi energi, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

Ayu menyatakan SLIS akan diarahkan menjadi pusat pembelajaran hukum dan studi internasional yang relevan dengan tantangan masa depan. Ia menekankan pentingnya melahirkan pemimpin hukum dengan perspektif global dan kepekaan terhadap isu keberlanjutan. Menurutnya, lulusan diharapkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjawab persoalan nyata di dunia.

Ia juga menyoroti keharusan pendidikan hukum beradaptasi dengan perubahan teknologi yang semakin cepat. Ayu menyampaikan bahwa hukum tidak boleh tertinggal, melainkan harus hadir sebagai kerangka yang mengarahkan, mengawal, dan memastikan pemanfaatan teknologi berjalan secara etis, adil, dan bertanggung jawab.

Dalam pandangannya, peran hukum akan semakin krusial untuk menjembatani inovasi dan kepentingan publik di era digital. Ia menilai, di tengah pesatnya perkembangan AI dan teknologi digital, hukum perlu berfungsi sebagai pendorong inovasi sekaligus pelindung kepentingan masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan perspektif lintas disiplin.

Selain penguatan kurikulum, kolaborasi lintas sektor juga menjadi fokus pengembangan SLIS. Ayu menyatakan akan memperluas kemitraan dengan institusi internasional, industri, dan organisasi global agar mahasiswa mendapatkan paparan nyata terhadap praktik hukum dan kebijakan di tingkat global.

Sebagai dekan, Ayu akan mendorong pengembangan kurikulum dan riset yang berfokus pada hukum internasional, bisnis global, keberlanjutan, serta isu hukum di era digital. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi SLIS sebagai bagian dari ekosistem pendidikan multidisiplin di Universitas Prasetiya Mulya.