Smartphone memudahkan banyak urusan, mulai dari komunikasi keluarga, hubungan pribadi, hingga kebutuhan bisnis. Beragam aktivitas kini bisa dilakukan hanya melalui sentuhan di layar, termasuk berkomunikasi lewat panggilan telepon maupun aplikasi perpesanan.
Namun, penggunaan smartphone di kantor perlu mendapat perhatian. Sejumlah hal dapat mengganggu lingkungan kerja, salah satunya suara notifikasi yang muncul karena pengguna lupa mematikan notifikasi atau mengaktifkan mode getar. Akibatnya, bunyi yang terdengar dapat mengganggu rekan kerja di sekitarnya.
Situasi bisa menjadi lebih serius ketika suara smartphone berbunyi saat rapat penting bersama atasan. Dalam kondisi tertentu, hal itu berpotensi menimbulkan konsekuensi, termasuk kemungkinan mendapat surat peringatan.
Selain aspek etika dan kenyamanan bersama, keberadaan smartphone juga disebut dapat berdampak pada kinerja. Mengutip laman Success, sebuah studi dari University of Texas di Austin, Amerika Serikat, menyebutkan kehadiran smartphone dapat mengurangi kapasitas kognitif seorang pegawai, bahkan berpotensi merusaknya. Dampak ini dapat terjadi meskipun pengguna merasa tetap memperhatikan dan fokus pada pekerjaan.
Karena itu, penting untuk menetapkan batasan yang jelas terkait penggunaan smartphone di kantor. Dalam konteks tersebut, terdapat tiga etika yang dapat diterapkan di area kerja terkait penggunaan smartphone.