Hasil Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2025 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia menghabiskan waktu cukup lama untuk terhubung ke internet setiap hari.
Kelompok dengan durasi akses terbesar berada pada kategori 4–6 jam per hari. Proporsinya mencapai 35,9%, mengindikasikan internet telah menjadi kebutuhan rutin, namun masih dalam batas yang dinilai relatif seimbang.
Di bawahnya, 33,9% responden mengakses internet selama 1–3 jam per hari. Jika digabungkan, kedua kelompok ini menggambarkan mayoritas masyarakat menggunakan internet secara aktif, meski tidak selalu dalam durasi yang ekstrem.
Survei juga mencatat adanya pengguna dengan durasi tinggi. Sebanyak 13,47% responden mengakses internet selama 7–10 jam per hari, sementara 7,66% lainnya menghabiskan waktu lebih dari 10 jam. Kelompok ini umumnya terkait aktivitas yang sangat bergantung pada internet, seperti pekerjaan digital, bisnis online, atau konsumsi konten yang intensif.
Sementara itu, hanya 9,22% responden yang menggunakan internet kurang dari 1 jam per hari. Angka ini menunjukkan bahwa pengguna dengan intensitas rendah semakin sedikit.
Survei APJII tersebut melibatkan 8.700 responden yang tersebar di 38 provinsi. Populasinya mencakup warga negara Indonesia berusia minimal 13 tahun, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara tatap muka. Dengan cakupan dan metode tersebut, hasil survei disebut memiliki tingkat representasi yang cukup kuat terhadap kondisi di lapangan.
Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan internet kian melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dominasi durasi akses pada rentang 1 hingga 6 jam per hari memperlihatkan pola penggunaan yang aktif dan masih relatif terkendali.