BERITA TERKINI
SURGE Luncurkan Internet Rumah 5G Rp100 Ribu per Bulan, Gunakan FWA 1,4GHz

SURGE Luncurkan Internet Rumah 5G Rp100 Ribu per Bulan, Gunakan FWA 1,4GHz

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau SURGE mengambil pendekatan berbeda di tengah tren operator yang membidik pelanggan 5G premium. Perusahaan meluncurkan layanan internet rumah dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan tarif Rp100.000 per bulan melalui jaringan komersial 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4GHz yang diklaim sebagai yang pertama di dunia, hasil kolaborasi dengan Huawei.

Layanan yang dipasarkan dengan merek IRA – Internet Rakyat itu diumumkan secara resmi di ajang MWC Barcelona 2026. SURGE menargetkan pasar massal, terutama wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan fiber optik. Paket yang ditawarkan mencakup kuota tanpa batas serta modem gratis, dengan tujuan memperluas akses internet cepat agar lebih terjangkau.

Di balik penetapan harga tersebut, SURGE mengandalkan spektrum kontigu 80MHz pada pita 1,4GHz untuk mendukung layanan fixed wireless. Perusahaan memperkirakan pembangunan lebih dari 5.000 site, dengan tahap awal lebih dari 3.000 site pada fase pertama. Fokus cakupan berada di Region-1 yang meliputi Jawa, Maluku, dan Papua, dengan potensi pasar lebih dari 45 juta rumah tangga.

Direktur SURGE, Shannedy Ong, menyebut peluncuran ini sebagai tonggak penting bagi pengembangan fixed broadband nasional. Menurutnya, kombinasi spektrum lebar dan skala jaringan besar menjadi basis untuk membangun ekosistem konektivitas yang ditargetkan berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Huawei menyatakan keterlibatannya tidak hanya sebatas penyediaan perangkat. Perusahaan menyediakan solusi end-to-end, mulai dari Radio Access Network (RAN), core network, hingga customer premises equipment (CPE) dan layanan terkelola. Dukungan juga mencakup pengembangan peta jalan teknologi jangka panjang, termasuk optimalisasi jaringan dan pengembangan ekosistem perangkat 1,4GHz.

Secara strategis, model FWA dinilai dapat menjadi alternatif untuk mempercepat perluasan konektivitas dibandingkan ekspansi fiber yang memerlukan biaya besar dan waktu lebih panjang. Dengan pendekatan ini, operator dapat memperluas akses last-mile tanpa perlu pekerjaan penggalian atau penarikan kabel hingga ke area permukiman sempit, yang menjadi tantangan di wilayah geografis Indonesia.

Langkah SURGE juga berpotensi memengaruhi dinamika persaingan. Ketika banyak operator memonetisasi 5G melalui paket data seluler premium, SURGE memosisikan 5G sebagai tulang punggung internet rumah berbiaya rendah. Namun, keberhasilan strategi ini dinilai bergantung pada konsistensi kualitas jaringan saat jumlah pelanggan meningkat, disiplin belanja modal, serta kemampuan menjaga struktur biaya tetap efisien, mengingat tarif Rp100.000 per bulan membuat ruang margin menjadi terbatas.

Melalui rencana pembangunan lapisan broadband baru berbasis 1,4GHz, SURGE dan Huawei menempatkan perluasan akses internet sebagai peluang bisnis jangka panjang. Jika berjalan sesuai rencana, layanan ini diharapkan dapat memperluas akses internet cepat berbiaya rendah dan memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia.