Jemaah haji Indonesia yang ingin beribadah di Raudhah, Masjid Nabawi, Madinah, wajib menggunakan aplikasi Nusuk untuk memperoleh izin masuk. Kebijakan ini diberlakukan bagi jemaah dari berbagai negara sebagai bagian dari pengaturan kunjungan di area yang terbatas.
Raudhah merupakan area istimewa di dalam Masjid Nabawi yang berada di antara makam Nabi Muhammad SAW dan mimbar. Lokasi ini kerap menjadi tujuan utama jemaah untuk berdoa.
Untuk masuk ke Raudhah, jemaah diminta mengunduh aplikasi Nusuk melalui Play Store atau App Store, lalu membuat akun menggunakan data paspor, visa, dan tanggal lahir. Setelah registrasi, jemaah harus memesan jadwal kunjungan melalui menu “Praying in Noble Rawdah”. Pemilihan waktu menjadi penting karena kuota kunjungan dibatasi pada setiap sesi.
Jika pemesanan telah dikonfirmasi, aplikasi akan menampilkan barcode sebagai bukti izin resmi. Pada hari kunjungan, jemaah diarahkan menuju pintu masuk sesuai ketentuan: pintu 37 untuk laki-laki dan pintu 25 untuk perempuan. Petugas akan mengatur alur masuk berdasarkan waktu yang dipilih di aplikasi.
Setibanya di lokasi, askar akan memeriksa barcode pada aplikasi Nusuk. Hanya jemaah dengan izin yang valid yang dapat melanjutkan ke area Raudhah.
Pengaturan waktu kunjungan juga dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Saat ini, jemaah perempuan mendapat kesempatan setelah Subuh hingga menjelang Zuhur, serta setelah Isya hingga tengah malam. Sementara jemaah laki-laki dijadwalkan masuk mulai setelah Dzuhur hingga Magrib.
Durasi ibadah di Raudhah relatif singkat, sekitar 10 menit. Setelah itu, petugas mengarahkan jemaah untuk bergeser agar memberi kesempatan kepada kelompok berikutnya. Jemaah kemudian diarahkan menuju area makam Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan ziarah.
Di area makam, pergerakan jemaah juga diatur ketat. Setiap pengunjung diminta terus berjalan tanpa berlama-lama demi menjaga kelancaran arus.
Salah satu jemaah asal Malaysia, Fauzi, menyampaikan rasa syukurnya setelah dapat menjalani pengalaman tersebut. “Alhamdulillah, bisa salat di taman surga dan ziarah ke makam Rasulullah untuk pertama kali,” ujarnya pada Senin, 20 April 2026.
Melalui sistem berbasis aplikasi, pemerintah Arab Saudi mengatur kunjungan ke Raudhah agar berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah, termasuk dari Indonesia.