BERITA TERKINI
Smart Trash IoT Diterapkan di Bandung, Pantau Kapasitas TPS Secara Real Time lewat Aplikasi

Smart Trash IoT Diterapkan di Bandung, Pantau Kapasitas TPS Secara Real Time lewat Aplikasi

Program Smart Trash IoT mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di Kota Bandung melalui pemantauan volume sampah secara real time. Sistem ini ditujukan untuk membantu proses pengangkutan sampah dan pengelolaan TPS menjadi lebih cepat, efisien, serta berbasis data.

Augie menjelaskan, wilayah Sadang Serang dipilih sebagai lokasi penerapan karena berada dalam kecamatan yang sama dengan area implementasi sebelumnya. Pemilihan ini dinilai memudahkan pengembangan dataset yang konsisten untuk menganalisis dinamika timbulan sampah dalam satu kawasan yang terlokalisasi.

Ia menambahkan, volume sampah di Bandung meningkat cepat sehingga TPS kerap kembali mencapai kapasitas maksimum tak lama setelah dikosongkan. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan sistem pemantauan yang mampu memberikan informasi lebih tepat waktu dan presisi dibanding metode pengamatan konvensional.

Menurut Augie, data real time menjadi kunci dalam pengambilan keputusan, mulai dari penyesuaian armada pengangkut, penyusunan jadwal pengangkutan, hingga evaluasi pola pembuangan sampah masyarakat. Smart Trash IoT kini dilengkapi sistem informasi geografis (GIS) yang memungkinkan petugas dan masyarakat memantau lokasi TPS beserta tingkat keterisiannya secara visual.

Informasi tersebut diharapkan membantu mengantisipasi potensi luapan sampah lebih dini sekaligus mendukung perencanaan operasional yang lebih efisien. Sistem ini mengintegrasikan sensor ultrasonik dengan modul kamera ESP32. Sensor mengukur ketinggian tumpukan sampah, sementara kamera merekam kondisi visual di dalam kontainer TPS secara real time. Data yang terekam otomatis dikirim ke server dan ditampilkan melalui aplikasi seluler serta dashboard berbasis web.

Dalam aplikasi, pengguna dapat melihat indikator status TPS, tren volume harian, foto kondisi terkini, serta peringatan ketika kapasitas mendekati batas. Dengan fitur tersebut, pemantauan TPS dapat dilakukan dari jarak jauh dan berlangsung terus-menerus.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung menyatakan sistem ini menjawab kebutuhan penting dalam pengelolaan sampah, yakni ketiadaan data dasar yang akurat dan terstruktur untuk perumusan kebijakan. Sebelumnya, banyak keputusan operasional baru dilakukan setelah kondisi TPS memburuk dan memicu keluhan warga.

“Dengan pemantauan terintegrasi dan otomatis, data volume sampah bisa diperoleh lebih cepat sehingga analisis, prediksi, dan penyusunan kebijakan dapat dilakukan lebih akurat,” ujar perwakilan tersebut.

Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Sadang Serang menilai teknologi semacam ini penting, terutama ketika Bandung masih menghadapi situasi darurat sampah. Ia menyebut edukasi kepada warga mengenai pembuangan sampah yang benar tidak mudah karena karakter masyarakat yang beragam.

Menurutnya, sistem yang menampilkan kondisi TPS secara visual melalui aplikasi dapat membantu warga memahami keterbatasan kapasitas dan mendorong partisipasi untuk menyesuaikan perilaku pembuangan sampah. Ia juga menekankan pentingnya layanan publik yang mudah diakses. Aplikasi yang menyediakan foto TPS, indikator keterisian, dan notifikasi otomatis dinilai berpotensi mengurangi keluhan warga sekaligus memperkuat koordinasi antara petugas TPS dan aparat pemerintah setempat.

Data yang dihimpun dari area percontohan seperti Sadang Serang direncanakan terintegrasi ke Bandung City Command Center, sehingga memungkinkan pengembangan penerapan pada skala kota hingga provinsi. Dengan integrasi yang lebih luas, pemerintah diharapkan memiliki fondasi data yang lebih konsisten untuk menyusun strategi pengelolaan sampah yang responsif dan efektif.

Augie berharap Smart Trash IoT dapat diterapkan di lebih banyak TPS di Bandung agar pengambilan keputusan terkait pengelolaan sampah menjadi lebih akurat dan berkelanjutan. Implementasi Smart Trash IoT juga disebut sebagai bentuk komitmen ITB dalam mendukung upaya pemerintah dan masyarakat menghadapi persoalan sampah, melalui kolaborasi yang berkelanjutan.