Layanan perbankan dan pembayaran digital di Uni Emirat Arab (UEA) sempat terganggu setelah pusat data Amazon Web Services (AWS) menjadi sasaran serangan drone. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, yang belakangan turut berdampak pada infrastruktur vital di kawasan.
AWS menyatakan pada Senin (2/3/2026) malam bahwa dua pusat datanya di UEA serta satu fasilitas di Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan tersebut, sehingga tidak dapat diakses untuk sementara waktu. Gangguan ini kemudian memengaruhi berbagai aplikasi konsumen, layanan keuangan, hingga sistem perusahaan.
Sejumlah platform dan perusahaan melaporkan gangguan layanan yang terkait dengan masalah infrastruktur AWS. Platform transportasi dan pengantaran Careem, perusahaan pembayaran Alaan dan Hubpay, termasuk di antara yang terdampak. Beberapa bank besar juga melaporkan kendala, termasuk Abu Dhabi Commercial Bank (ADCB) dan Emirates NBD.
ADCB menyampaikan bahwa aplikasi mobile banking dan layanan contact centre mereka sementara tidak tersedia. “Karena gangguan TI di seluruh wilayah baru-baru ini, Aplikasi Mobile Banking ADCB dan layanan Contact Centre untuk sementara tidak tersedia,” tulis ADCB dalam pernyataan resminya pada Senin.
Emirates NBD juga mengonfirmasi layanan perbankan teleponnya sempat terpengaruh, meski kembali berfungsi pada Selasa waktu setempat. Dampak gangguan turut dirasakan perusahaan teknologi global. Snowflake mencatat adanya peningkatan tingkat kesalahan konektivitas di wilayah tersebut.
Di sisi lain, Alaan sempat menyatakan aplikasi seluler dan web mereka offline akibat “gangguan AWS kritis yang disebabkan oleh situasi regional yang sedang berlangsung,” sebelum pesan itu dihapus beberapa jam kemudian. Aplikasi investasi Sarwa melaporkan layanan intinya kembali online pada Selasa. Hubpay memperingatkan pelanggan mengenai potensi kendala saat masuk ke aplikasi selama gangguan berlangsung, sementara Careem menyatakan layanannya telah pulih sepenuhnya.
AWS menyebut proses pemulihan masih berjalan dan mengimbau pelanggan yang menjalankan beban kerja di Timur Tengah untuk memindahkan sistem mereka ke wilayah AWS alternatif. “Kami terus membuat kemajuan dalam upaya pemulihan di berbagai alur kerja,” tulis AWS dalam pembaruan di dasbor AWS Health pada Selasa pagi waktu AS.
Menurut AWS, serangan drone terjadi pada Minggu dan menyebabkan kerusakan fisik pada infrastruktur. Perusahaan menyebut serangan tersebut memicu “percikan dan api” di salah satu fasilitasnya. “Di UEA, dua fasilitas kami terkena dampak langsung, sementara di Bahrain, serangan drone di dekat salah satu fasilitas kami menyebabkan dampak fisik pada infrastruktur,” ujar AWS.
AWS menambahkan, serangan itu mengakibatkan kerusakan struktural, mengganggu pasokan listrik, dan dalam beberapa kasus memerlukan upaya pemadaman kebakaran yang memicu kerusakan tambahan akibat air.
Eskalasi konflik regional meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan menyerang berbagai target strategis di kawasan, termasuk pangkalan militer dan infrastruktur vital seperti pusat data serta fasilitas minyak dan gas.
Perkembangan konflik juga mengguncang pasar global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga minyak dan menekan pasar keuangan dunia. Bursa saham di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia dilaporkan kompak melemah seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global.