Dinas Komunikasi Informatika Statistika dan Persandian (Kominfotik Sandi) Kabupaten Sumbawa menyatakan masih ada sejumlah dusun atau wilayah yang mengalami blank spot, yakni tidak terjangkau jaringan telekomunikasi. Meski secara kewilayahan seluruh desa disebut sudah terlayani internet, beberapa dusun masih membutuhkan penanganan langsung.
Kepala Dinas Kominfotik Sandi Kabupaten Sumbawa Hasanudin mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pihaknya untuk diselesaikan. Selain blank spot, terdapat pula dusun yang mengalami sinyal lemah, termasuk di beberapa dusun di Desa Mokong, Kecamatan Moyo Hulu.
Menurut Hasanudin, lemahnya sinyal di lokasi tersebut dipengaruhi kondisi geografis, seperti adanya bukit yang menjadi penghalang. Pihaknya telah berkomunikasi dengan operator penyedia layanan agar ada penanganan khusus bagi dusun yang masih terkendala jaringan.
Ia menambahkan, ketersediaan jaringan telekomunikasi dinilai penting sehingga pemerintah daerah terus berupaya memenuhinya, termasuk dengan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. Pada 2024, Kabupaten Sumbawa disebut memperoleh 103 titik akses internet dan saat ini sudah mulai beroperasi. Pemerintah daerah juga berupaya agar program serupa dapat kembali diperoleh pada 2026.
Hasanudin menegaskan persoalan jaringan telekomunikasi menjadi prioritas untuk dituntaskan agar tidak terjadi gangguan komunikasi di seluruh wilayah serta mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat. Ia juga menyebut pihaknya telah mengusulkan tambahan wilayah untuk mendapatkan akses internet pada akhir 2025 dan berencana kembali mengajukan penambahan titik akses pada tahun berikutnya.