BERITA TERKINI
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Didorong Percepat Pemerataan Internet di Wilayah 3T

Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Didorong Percepat Pemerataan Internet di Wilayah 3T

Satelit Nusantara Lima (SNL) resmi beroperasi dan diproyeksikan berperan dalam mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso mengatakan operasional satelit tersebut menjadi simbol penting bagi Indonesia dalam mempertahankan kemandirian nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam acara peresmian di Jakarta Selatan, Senin.

Adi menjelaskan, Satelit Nusantara Lima ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas di Indonesia, sekaligus dimanfaatkan untuk konektivitas nasional di Filipina. PSN juga tengah melakukan penjajakan pemanfaatan satelit ini dengan Malaysia.

Menurut Adi, minat negara tetangga terhadap pemanfaatan satelit ini menunjukkan pentingnya kemandirian konektivitas di tengah dinamika politik global. Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas lebih dari 160 Gbps dan pemanfaatannya akan diprioritaskan untuk kebutuhan pemerataan akses internet di Indonesia.

PSN menargetkan satelit ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari pemerintah, swasta, hingga lembaga lainnya. “Kita ingin memberikan suatu opsi kepada kepentingan pemakaian Indonesia bahwa kita bisa memiliki kapasitas yang bisa dipakai dan bisa diandalkan,” kata Adi.

Dari total kapasitas tersebut, PSN mengalokasikan masing-masing 20 Gbps untuk dimanfaatkan oleh Filipina dan Malaysia.

Satelit Nusantara Lima merupakan satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas total lebih dari 160 Gbps. Satelit ini menggunakan platform Boeing 702MP dan memiliki 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Untuk mendukung operasional Satelit Nusantara Lima, PSN menyiapkan tujuh stasiun bumi yang tersebar di Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan.

Dengan beroperasinya Satelit Nusantara Lima, Indonesia disebut akan memiliki kapasitas satelit lebih dari 400 Gbps, yang dinyatakan sebagai yang terbesar di kawasan Asia Pasifik.