BERITA TERKINI
Program Kampung Internet Disiapkan untuk Kurangi Blank Spot di NTT, Kabupaten Kupang Jadi Prioritas 2026

Program Kampung Internet Disiapkan untuk Kurangi Blank Spot di NTT, Kabupaten Kupang Jadi Prioritas 2026

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus mendorong pengurangan wilayah tanpa sinyal (blank spot) yang masih tercatat sekitar 700 titik. Tantangan utama pembangunan infrastruktur telekomunikasi di NTT berasal dari kondisi geografis kepulauan serta sebaran penduduk yang tidak merata, sehingga pembangunan jaringan secara ekonomis menjadi tidak mudah.

Untuk memperluas akses jaringan di wilayah yang belum terjangkau operator swasta, Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan Program Kampung Internet. Program ini ditujukan untuk mendukung transformasi digital di pedesaan, termasuk pada sektor pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.

Pada 2026, Kabupaten Kupang ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas pelaksanaan Program Kampung Internet di NTT. Tiga desa dipilih sebagai lokasi percontohan, yakni Desa Oelpuah, Desa Kuanheun, dan Desa Tuatuka. Sebanyak 213 kepala keluarga telah terdaftar sebagai penerima manfaat dan akan mendapatkan akses internet gratis selama satu tahun.

Layanan internet dalam program ini menggunakan teknologi fixed broadband berbasis kabel fiber optik yang terhubung langsung ke rumah warga. Selain itu, pemerintah juga membangun Optical Distribution Point (ODP) di sejumlah titik strategis untuk mendukung akses Wi-Fi yang lebih stabil dan merata.

Kepala Bidang Infrastruktur TIK Dinas Kominfo NTT, Maria Fatimah Gelolodo, menjelaskan pengelolaan dan pemeliharaan jaringan akan dilakukan oleh pemerintah pusat bersama pihak ketiga. Menurutnya, warga yang mengalami kendala teknis dapat melaporkan melalui layanan pelanggan yang telah disiapkan agar kualitas layanan tetap terjaga.

Maria menambahkan, program ini juga menargetkan peningkatan literasi digital masyarakat serta penguatan sektor ekonomi, khususnya pelaku UMKM berbasis digital. Warga diharapkan memanfaatkan akses internet untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar melalui platform daring.

Dinas Kominfo NTT menyatakan optimistis Program Kampung Internet dapat memicu inovasi masyarakat desa, termasuk dalam pengembangan konten kreatif. Maria juga mengingatkan agar akses digital digunakan untuk hal-hal yang positif.