BERITA TERKINI
Prodi Teknik Informatika Universitas Pelita Bangsa Jalani Asesmen Akreditasi, Infrastruktur Digital Ikut Dinilai

Prodi Teknik Informatika Universitas Pelita Bangsa Jalani Asesmen Akreditasi, Infrastruktur Digital Ikut Dinilai

BEKASI – Program Studi Teknik Informatika Universitas Pelita Bangsa menjalani rangkaian asesmen lapangan sebagai bagian dari proses akreditasi. Asesmen dilakukan oleh asesor dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Sastya Hendri Wibowo.

Rangkaian kegiatan ini menjadi kesempatan bagi program studi untuk menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, mencakup kurikulum, sumber daya manusia, serta kesiapan fasilitas pendukung pembelajaran. Dalam asesmen, asesor melakukan verifikasi melalui peninjauan dokumen akademik dan dialog dengan alumni lintas angkatan.

Dalam sesi tersebut, alumni menyampaikan pengalaman setelah lulus, antara lain tahun kelulusan, tempat bekerja saat ini, dan durasi yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan pertama. Diskusi juga membahas kesesuaian kompetensi yang diperoleh selama kuliah dengan bidang pekerjaan yang dijalani, termasuk penilaian terhadap kualitas pengajaran dosen dan kesiapan yang dibangun kampus untuk menghadapi dunia kerja di bidang teknologi informasi.

Selain aspek akademik, asesmen lapangan turut mencakup pengecekan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Salah satu fokusnya adalah kesiapan infrastruktur digital, termasuk kualitas jaringan internet di lingkungan kampus. Dalam kegiatan tersebut, asesor melakukan pengujian konektivitas melalui pengecekan jaringan serta uji kecepatan internet untuk memastikan akses digital berjalan optimal.

Universitas Pelita Bangsa memanfaatkan layanan konektivitas dari Telkom Indonesia untuk menunjang aktivitas akademik. Ketersediaan jaringan internet yang stabil disebut menjadi elemen penting dalam mendukung kegiatan digital kampus, mulai dari akses sistem informasi akademik, praktikum berbasis teknologi, hingga pembelajaran daring.

Dalam sistem akreditasi perguruan tinggi yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, sarana dan prasarana menjadi salah satu komponen penilaian di antara sembilan kriteria yang dievaluasi, bersama aspek lain seperti mahasiswa, sumber daya manusia, penelitian, serta luaran pendidikan.

Karena itu, kesiapan fasilitas penunjang seperti laboratorium, sistem informasi, dan konektivitas internet menjadi bagian penting dalam menunjukkan ekosistem pembelajaran yang berkualitas. Infrastruktur digital yang andal dinilai membantu proses belajar, riset, dan kolaborasi akademik berjalan lebih efektif.

Dengan dukungan konektivitas yang stabil, proses asesmen akreditasi diharapkan berlangsung lancar sekaligus mencerminkan kesiapan kampus dalam menghadirkan lingkungan pembelajaran digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.