Musisi Indonesia Prince Husein merilis single terbaru berjudul “Internet Bilang Aku ADHD” pada 29 April 2026. Lagu ini disebut menjadi langkah baru dalam perjalanan kariernya sebagai seniman yang terus berkembang.
Single tersebut digarap bersama Muhammad Luthfi Adianto, produser musik sekaligus musisi yang aktif di industri kreatif Indonesia. Kolaborasi keduanya menghadirkan lagu yang berupaya menyampaikan perasaan kompleks melalui lirik yang sarat makna.
Hingga berita ini ditulis, video musik “Internet Bilang Aku ADHD” di kanal YouTube Prince Husein telah ditonton lebih dari 12 ribu kali. Capaian ini menunjukkan respons awal yang cukup tinggi dari pendengar terhadap rilisan terbarunya.
Secara tematik, “Internet Bilang Aku ADHD” mengisahkan seseorang yang mengalami kelelahan batin dan konflik internal. Tokoh dalam lagu berusaha menjalani hidup sebaik mungkin, tetapi masih dibayangi kenangan masa lalu dan emosi yang belum terselesaikan. Melalui narasi tersebut, lagu ini menjadi ruang ekspresi bagi pendengar yang pernah merasakan kesedihan dan kebingungan dalam diri.
Berikut lirik lagu “Internet Bilang Aku ADHD”:
Temanku
sang pakar kehidupan
Mencinta
kukira kan selamanya
kita bisa bercanda
ternyata tak lama bubar juga
Tangan membiru
berdarah menghantam dinding lagi
atas terlalu banyak murka yang ditutupi
Akhirnya meledak tak karuan sendiri
Hmm
Mungkin tak semua yang tumbuh harus dipelihara
Akarnya hanya kan membuatmu terus terjaga
Kehilangan arah
Rasanya seperti melawan arah
Tak ada yang baru dari diriku
Ku masih menahan
tawa akan hal yang tabu
Selain setan merah
dan pahlawan berjubah
tak ada yang bisa menghiburku
Tak ada yang baru dari diriku
Ku masih berperang dengan iblis pribadiku
Galau tentang kenangan
Masih dia bajingan
yang muncul selalu dalam lamunanku
Bagaimana denganmu
Lampu hijau terasa lebih sebentar
Film aksi terasa semakin hambar
Di mana rasanya
Mana jiwanya
Mana rasanya
Mana jiwanya
Tak ada waktu tuk miliki rasa
Tak ada umur tuk sesali masa
Angan anganku sebatas atap rumah
Dan menurutku itu tak apa
Tak ada yang baru dari diriku
Ku masih menahan tawa akan hal yang tabu
Selain setan merah dan pahlawan berjubah
Tak ada yang bisa menghiburku
Tak ada yang baru dari diriku
Ku masih berperang dengan iblis pribadiku
Galau tentang kenangan
Masih dia bajingan
yang muncul selalu dalam lamunanku
Bagaimana denganmu
Tak ada waktu tuk miliki rasa
Tak ada umur tuk sesali masa
Tak ada waktu tuk miliki rasa
Tak ada umur tuk sesali masa
Temanku
sang pakar kehidupan
Mencinta
kukira kan selamanya
kita bisa bercanda
ternyata tak lama bubar juga
Tangan membiru
berdarah menghantam dinding lagi
atas terlalu banyak murka yang ditutupi
Akhirnya meledak tak karuan sendiri
Hmm
Mungkin tak semua yang tumbuh harus dipelihara
Akarnya hanya kan membuatmu terus terjaga
Kehilangan arah
Rasanya seperti melawan arah
Tak ada yang baru dari diriku
Ku masih menahan
tawa akan hal yang tabu
Selain setan merah
dan pahlawan berjubah
tak ada yang bisa menghiburku
Tak ada yang baru dari diriku
Ku masih berperang dengan iblis pribadiku
Galau tentang kenangan
Masih dia bajingan
yang muncul selalu dalam lamunanku
Bagaimana denganmu
Tak ada waktu tuk miliki rasa
Tak ada umur tuk sesali masa
Tak ada waktu tuk miliki rasa
Tak ada umur tuk sesali masa