Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Miangas, wilayah paling utara Indonesia, untuk meninjau kesiapan penguatan akses komunikasi dan digitalisasi di kawasan terdepan. Dalam kunjungan tersebut, Presiden melihat langsung kesiapan jaringan internet serta dukungan perangkat digital bagi masyarakat setempat.
Prabowo menyatakan pemerintah berkomitmen menyediakan infrastruktur telekomunikasi yang layak di pulau-pulau terluar agar aktivitas digital warga dapat berjalan lebih optimal. Ia menegaskan rencana penguatan jaringan agar telepon seluler dapat beroperasi dengan baik di Miangas.
“Kami akan memperkuat jaringan supaya handphone bisa beroperasi di sini. Ibu Menteri Komdigi akan memberikan Starlink dan Handphone untuk semua KK,” ujar Prabowo saat bertemu warga di Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5).
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang mendampingi Presiden mengatakan pemerintah mempercepat pemerataan akses digital hingga menjangkau wilayah terluar. Ia menyebut upaya tersebut sebagai langkah mewujudkan koneksi yang tidak terbatas dari Sabang sampai Merauke, dari Rote sampai Miangas.
Menindaklanjuti arahan Presiden, Kementerian Komunikasi dan Digital menyalurkan dukungan perangkat telekomunikasi untuk warga Miangas berupa ratusan modem Starlink dan ratusan unit telepon seluler. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan akses internet dan komunikasi di pulau tersebut.
Selain bantuan perangkat, penguatan kualitas jaringan juga dilakukan melalui optimalisasi sinyal Base Transceiver Station (BTS) lewat kolaborasi antara BAKTI dan Telkomsel. Langkah ini diarahkan agar koneksi internet di Miangas menjadi lebih kuat dan stabil.
Meutya menekankan pemerataan konektivitas digital penting untuk membuka kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut dia, anak-anak di Miangas berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak di Pulau Jawa, dan pelaku usaha kecil perlu didukung agar dapat memperluas pasar.
Di tingkat nasional, Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan seluruh 2.500 desa yang saat ini belum tersambung internet dapat memperoleh akses digital sebelum akhir 2026 sebagai bagian dari percepatan transformasi Indonesia Digital.
Kunjungan kerja Presiden ke Miangas juga menjadi penegasan kehadiran pemerintah dalam memperkuat pembangunan di wilayah 3T. Pemerintah menyatakan penguatan infrastruktur digital dan penyaluran perangkat telekomunikasi ditujukan agar masyarakat di kawasan terluar dapat merasakan manfaat kemajuan teknologi, termasuk akses informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi.