BERITA TERKINI
Posyandu Nyawiji Gedangsari Latih Kader Gunakan Aplikasi KMS Offline untuk Pencegahan Stunting

Posyandu Nyawiji Gedangsari Latih Kader Gunakan Aplikasi KMS Offline untuk Pencegahan Stunting

Upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat terus didorong melalui inovasi pencatatan dan pemantauan gizi balita. Di Posyandu Nyawiji, Karanganyar RT 01/05, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, digelar edukasi dan pelatihan penggunaan aplikasi Kartu Menuju Sehat (KMS) berbasis offline bagi kader posyandu dan warga.

Dosen Poltekkes Bhakti Setya Indonesia (BSI) Yogyakarta, Andhy Sulistyo, menyampaikan bahwa kader posyandu perlu mengoptimalkan pencegahan stunting melalui implementasi aplikasi KMS offline. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Poltekkes BSI Yogyakarta yang berlangsung pada Sabtu (02/05/2026).

Menurut Andhy, aplikasi KMS offline dirancang untuk mempermudah kader posyandu dan ibu-ibu dalam mencatat serta memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara lebih akurat, terpusat, dan berkelanjutan meski tanpa koneksi internet. Ia berharap inovasi ini dapat meningkatkan kualitas pencatatan serta pelaporan data gizi balita di tingkat desa. Kegiatan ini menyasar kader posyandu dan masyarakat setempat, termasuk ibu-ibu, lansia, dan remaja.

Selain pelatihan penggunaan KMS, tim PKM juga melakukan skrining kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin. Resmi Aini menyebutkan, kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini melalui peningkatan kapasitas kader dan kesadaran masyarakat.

Dalam rangka mendukung pemenuhan gizi keluarga, turut dilakukan penyerahan Buku Dapur Gizi oleh Amelia Handayani Burhan. Buku tersebut diserahkan secara simbolis kepada Ketua Kader Posyandu Nyawiji dan ibu dukuh, disaksikan oleh Lurah Ngalang Suharyanta serta Ibu Dukuh Novia Nur Arandita.

Tim PKM melibatkan lintas disiplin di Poltekkes BSI, yakni Andhy Sulistyo (Ketua/dosen RMIK), Resmi Aini (dosen Teknologi Bank Darah/TBD), Amelia Handayani Burhan (dosen Farmasi), serta mahasiswa dari berbagai program studi: Felixitas Antasia, Nurul Latifah, Jenisha Firyananda, Amanda Mukti Saputriningrum, dan Bela Listiyani. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Kemdikti-Saintek Berdampak untuk tahun kegiatan 2026.