SEMARANG — Upaya meningkatkan keberhasilan program Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Kota Semarang mendapat dukungan melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi internasional. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Semarang bekerja sama dengan akademisi dari Thailand untuk melatih kader kesehatan di Puskesmas Tlogosari Kulon.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menghadirkan inovasi digital berupa aplikasi pemantauan menyusui. Dalam program ini, Poltekkes Kemenkes Semarang bersinergi dengan pakar dari Siriraj Hospital, Mahidol University, guna membekali kader dengan pengetahuan terkini untuk membantu mengatasi kendala laktasi pada ibu menyusui.
Tim pengabdian masyarakat diketuai Dosen Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Dr. Irmawati, dengan anggota Zefan Adiputra Golo dan Puput Sugiarto. Irmawati menekankan peran kader sebagai ujung tombak pendampingan di masyarakat. “Kader kesehatan adalah garda terdepan di masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas dan dukungan teknologi, mereka bisa menjadi agen perubahan dalam mendorong keberhasilan ASI eksklusif,” ujar Irmawati dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/4/2026).
Dalam pelatihan, tim memperkenalkan aplikasi “Catatan ASI Eksklusifku” sebagai alat bantu pemantauan harian. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan ibu dan tenaga kesehatan mencatat serta memonitor progres menyusui secara lebih sistematis.
Irmawati menyampaikan, pencatatan yang terstruktur diharapkan dapat membantu meningkatkan kepatuhan terhadap program ASI eksklusif karena proses pemantauan menjadi lebih mudah dan terarah.
Selain pengenalan aplikasi, peserta juga mendapatkan materi dari perwakilan Mahidol University yang membahas pendekatan komplementer untuk membantu menyelesaikan masalah dalam pemberian ASI. Sesi praktik penggunaan aplikasi berlangsung interaktif, dengan kader mengikuti pelatihan hingga selesai.
Poltekkes Kemenkes Semarang berharap kolaborasi internasional ini dapat menjadi contoh inovasi kesehatan yang dapat diterapkan lebih luas.