Pierre van Hooijdonk meluapkan kemarahannya kepada jurnalis Voetbal International (VI), Joost Blaauwhof, dengan mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp mereka ke internet.
Sebelumnya, pada Senin, VI mengabarkan bahwa NAC akan melakukan penyelidikan terhadap Van Hooijdonk. Pemberitaan itu terkait kepindahan putranya, Sydney van Hooijdonk.
Menurut laporan VI, Sydney pindah ke Estrela Amadora tanpa biaya transfer, padahal NAC semula berharap ada pemasukan dari transfer tersebut. Dalam artikel itu, peran Pierre van Hooijdonk—yang disebut sebagai komisaris teknis—menjadi sorotan karena dilaporkan terlibat aktif dalam negosiasi, yang menurut VI memicu ketegangan di dalam organisasi klub.
VI juga melaporkan bahwa NAC pada akhirnya menyetujui kepergian Sydney tanpa biaya transfer, meski sebelumnya berupaya menegosiasikan kompensasi. Situasi itu disebut menimbulkan frustrasi di kalangan pihak-pihak yang terlibat di dalam dan sekitar klub.
Dalam unggahan yang dibagikan Van Hooijdonk, Blaauwhof mengirim pesan pada Minggu untuk meminta tanggapan. “Pierre, saya sudah beberapa kali mencoba melalui jalur resmi via NAC untuk mendapatkan versimu, karena saya tidak bisa meneleponmu. Tapi sama sekali tidak ada kabar. Bisakah kamu melakukannya sebentar, tolong?” tulis Blaauwhof.
Beberapa jam kemudian, Van Hooijdonk membalas dengan nada keras. Ia menuding telah terjadi penyebaran fitnah selama empat bulan dan mempertanyakan alasan Blaauwhof tidak menghubunginya lewat telepon, email, atau pesan. Ia juga menyindir soal kemungkinan langganan yang belum dibayar.