BERITA TERKINI
Perbaikan Kabel Palapa Ring, Internet di Sangihe Berpotensi Terganggu Sepanjang April 2026

Perbaikan Kabel Palapa Ring, Internet di Sangihe Berpotensi Terganggu Sepanjang April 2026

Warga Kabupaten Kepulauan Sangihe diminta bersiap menghadapi potensi gangguan jaringan internet sepanjang April 2026. Gangguan ini berkaitan dengan rencana perbaikan kabel bawah laut Palapa Ring pada segmen Tahuna–Melonguane yang akan dilakukan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, mengatakan rencana pekerjaan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama BAKTI yang digelar melalui Zoom pada 9 Maret 2026. Dalam rapat itu, BAKTI menyebut terdapat gangguan pada kabel Palapa Ring di jalur Tahuna–Melonguane yang perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kerusakan lebih besar.

Menurut Lumiu, perbaikan dijadwalkan berlangsung mulai 1 April hingga akhir April 2026 dan diperkirakan berdampak pada dua wilayah, yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro. Ia menjelaskan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan infrastruktur strategis nasional.

Selama masa perbaikan, masyarakat kemungkinan merasakan penurunan kualitas layanan internet. Pada fase tertentu, koneksi internet juga berpotensi terputus sementara. Lumiu menyebut periode paling krusial diperkirakan terjadi pada 16–21 April 2026, ketika akses internet di wilayah terdampak berpotensi mengalami gangguan berat hingga tidak dapat diakses.

“Pada masa itu ada kemungkinan masyarakat tidak dapat menggunakan internet. Untuk jaringan telepon kemungkinan masih tersedia, namun tetap ada potensi ikut terdampak karena berkaitan dengan proses perbaikan kabel,” kata Lumiu.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyiapkan langkah antisipasi agar masyarakat tetap memiliki alternatif akses komunikasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan jaringan internet bantuan dari BAKTI yang saat ini tersebar di 104 titik di wilayah Sangihe, antara lain di kantor desa, puskesmas, dan sekolah.

Pemkab juga meminta BAKTI agar kapasitas bandwidth pada titik-titik internet bantuan tersebut dapat ditingkatkan selama masa perbaikan. “Kami berharap bandwidth pada titik bantuan itu bisa dinaikkan ke level tinggi agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan akses internet yang tersedia,” ujar Lumiu.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong BAKTI melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Lumiu menilai keterbukaan informasi diperlukan agar publik memahami potensi gangguan merupakan dampak pekerjaan teknis perbaikan kabel Palapa Ring, bukan akibat kelalaian pemerintah daerah, sekaligus untuk mencegah spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan.

Lumiu menambahkan, informasi rencana perbaikan tersebut telah disampaikan secara tertulis kepada Bupati Kepulauan Sangihe untuk mendapatkan arahan mengenai langkah lanjutan. Sementara itu, berdasarkan analisis teknis BAKTI, perbaikan tidak dapat ditunda karena dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan berpotensi memicu gangguan jaringan yang lebih lama di wilayah kepulauan.

Dengan pemberitahuan lebih awal, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas yang bergantung pada internet, termasuk layanan pemerintahan, transaksi digital, kegiatan pendidikan, dan komunikasi usaha. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau perkembangan pekerjaan dan berkoordinasi dengan pihak terkait, serta mengimbau warga mengikuti informasi resmi dan memanfaatkan titik internet publik yang tersedia selama proses perbaikan.