Departemen Pajak menerbitkan dokumen yang memuat penguatan solusi untuk membantu wajib pajak mengakses layanan pajak elektronik, termasuk penggunaan aplikasi eTax Mobile. Langkah ini diambil di tengah masih rendahnya tingkat pemasangan dan penggunaan aplikasi tersebut di kalangan wajib pajak.
eTax Mobile merupakan aplikasi pajak elektronik resmi dari Departemen Pajak untuk ponsel pintar. Aplikasi ini ditujukan bagi individu dan rumah tangga bisnis untuk melakukan pencarian dan pembayaran pajak penghasilan pribadi, biaya pendaftaran, serta mengelola kewajiban perpajakan.
Berdasarkan data manajemen pajak tahun 2026, jumlah wajib pajak di seluruh negeri tercatat lebih dari 13,3 juta, mencakup rumah tangga dan usaha perorangan, individu dengan kewajiban pajak non-pertanian, serta individu yang penghasilannya telah dipotong pajak melalui gaji dan upah.
Namun, hanya 4,2 juta wajib pajak yang telah menginstal dan menggunakan eTax Mobile, atau sekitar 32% dari total. Dari kelompok pengguna tersebut, rumah tangga dan usaha perorangan disebut mencapai 78%, wajib pajak non-pertanian 17%, dan individu yang menerima pemotongan dari gaji dan upah 32%.
Khusus rumah tangga dan usaha perorangan, per 19 April tercatat 2,39 juta pengguna eTax Mobile dari total 3,08 juta rumah tangga pembayar pajak yang terdaftar dan aktif, setara 78%.
Dengan demikian, masih ada sekitar 9,1 juta wajib pajak—termasuk hampir 700.000 rumah tangga bisnis—yang belum menginstal dan menggunakan eTax Mobile.
Secara wilayah, sejumlah kantor pajak provinsi dan kota mencatat persentase penggunaan eTax Mobile yang relatif tinggi, antara lain Dien Bien (64%), Lai Chau (62%), Hanoi (53%), Cao Bang (42%), dan Son La (41%). Di Kota Ho Chi Minh, tingkat pemasangan aplikasi tercatat 40%.
Dokumen tersebut juga menyoroti bahwa 19 dari 34 kantor pajak provinsi dan kota memiliki tingkat penggunaan eTax Mobile oleh rumah tangga bisnis yang berada di bawah rata-rata. Daerah-daerah itu meliputi Ha Tinh, Tuyen Quang, Lang Son, An Giang, Lam Dong, Hue, Dien Bien, Ninh Binh, Can Tho, Vinh Long, Ca Mau, Tay Ninh, Dak Lak, Gia Lai, Phu Tho, Nghe An, Dong Nai, Hung Yen, dan Cao Bang.
Departemen Pajak meminta otoritas pajak setempat untuk memprioritaskan peninjauan dan standardisasi data wajib pajak, termasuk informasi identitas pribadi, nomor telepon, alamat email, alamat tempat tinggal, lokasi usaha, rekening bank, serta status operasional. Evaluasi pelaksanaan juga diminta dilakukan di tiap daerah dan kantor pajak, terutama pada unit dengan tingkat pemasangan dan penggunaan di bawah rata-rata nasional atau yang konsisten rendah.
Selain itu, otoritas pajak diminta berkoordinasi dengan Komite Rakyat tingkat kecamatan dan desa, unit pembayar pajak, bank komersial, dan pihak terkait lainnya guna meningkatkan efektivitas dukungan bagi wajib pajak dalam menginstal dan menggunakan aplikasi.
Arah komunikasi juga diminta lebih terarah berdasarkan kelompok wajib pajak, seperti rumah tangga bisnis, individu pembayar pajak non-pertanian, individu dengan penghasilan dari gaji dan upah, individu yang menyewakan properti, serta individu yang berbisnis di platform digital. Otoritas pajak diminta segera meninjau dan mengelompokkan daftar rumah tangga dan usaha perorangan yang wajib melaporkan dan membayar pajak, termasuk membedakan mereka yang sudah menyerahkan dokumen, yang belum, yang sudah menginstal tetapi belum menggunakan, yang belum menginstal, serta yang mengalami kendala perangkat, rekening bank, identitas, atau masalah operasional, agar dukungan dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Sejumlah ahli merekomendasikan wajib pajak memasang eTax Mobile untuk memantau sumber pendapatan dan potensi utang pajak (jika ada). Pemantauan dinilai dapat membantu penanganan lebih cepat dan mencegah tunggakan berkepanjangan yang berisiko memicu penagihan pajak secara retroaktif, denda keterlambatan pembayaran, atau larangan bepergian sementara tanpa sepengetahuan wajib pajak.