BERITA TERKINI
Pemprov Kalteng Siapkan Penguatan Jaringan Internet 2026, Sasar Fasilitas Publik di Wilayah Blank Spot

Pemprov Kalteng Siapkan Penguatan Jaringan Internet 2026, Sasar Fasilitas Publik di Wilayah Blank Spot

Pemerataan akses internet di Kalimantan Tengah masih menjadi tantangan. Meski program pengurangan area tanpa jaringan (blank spot) di kantor desa diklaim telah selesai, sejumlah wilayah disebut masih belum terjangkau layanan internet.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, mengatakan saat ini terdapat sekitar 2.080 titik yang diajukan untuk penguatan jaringan internet.

“Total ada sekitar 2.080 titik yang diajukan. Karena desa itu luas, jadi di dalamnya kami persilakan usulan dari daerah, kemudian tetap kita verifikasi dan validasi di lapangan,” ujarnya.

Rangga menjelaskan, fokus awal program pengurangan blank spot sebelumnya diarahkan pada fasilitas pemerintahan desa, terutama kantor desa, yang kini disebut sudah terkoneksi internet. Namun, menurutnya, kebutuhan akses internet dalam satu desa tidak berhenti di kantor desa saja.

“Kalau melihat satu desa secara utuh, tentu fasilitas publik lain seperti sekolah, pustu, dan tempat layanan masyarakat juga harus terjangkau,” katanya.

Ia mengakui masih ada sejumlah wilayah yang menghadapi kendala akses jaringan, khususnya daerah pedalaman. Beberapa lokasi yang disebut antara lain Kotawaringin Barat, wilayah Arut Utara, Kotawaringin Timur seperti Antang Kalang dan Parenggean, serta sebagian wilayah Murung Raya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan penguatan jaringan internet pada 2026 dengan menyasar fasilitas publik di desa, terutama di wilayah yang masih blank spot. Program ini diharapkan memperluas akses layanan digital masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pelayanan publik.

“Fokus kita ke fasilitas yang bisa diakses publik, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” pungkas Rangga.