Pemerintah Kota (Pemkot) Bima merespons keluhan warga Kelurahan Lelamase terkait keterbatasan akses internet di SMPN 12 Kota Bima yang dinilai menghambat proses pembelajaran berbasis digital.
Keluhan tersebut sebelumnya disampaikan masyarakat melalui media sosial. Kondisi jaringan yang lemah membuat siswa kesulitan mengikuti kegiatan belajar mengajar yang membutuhkan koneksi internet, terutama untuk mengakses materi pembelajaran daring dan platform pendidikan berbasis teknologi.
Menindaklanjuti hal itu, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima menyiapkan solusi sementara berupa layanan internet berbasis satelit Starlink di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang TIK Diskominfotik Kota Bima, Endang Sri Sumanti, mengatakan Kelurahan Lelamase termasuk wilayah dengan keterbatasan jangkauan sinyal telekomunikasi dan belum terlayani optimal oleh jaringan Telkom maupun penyedia internet lainnya.
“Kelurahan Lelamase merupakan salah satu wilayah yang memiliki kondisi jaringan cukup lemah. Ini menjadi kendala tersendiri, terutama bagi sekolah yang saat ini sangat membutuhkan akses internet untuk mendukung proses pembelajaran,” kata Endang, Minggu (10/5).
Ia menyebut langkah tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkot Bima terhadap kebutuhan pendidikan di era digital agar siswa tidak tertinggal dalam mengakses informasi dan teknologi pembelajaran.
“Untuk sementara, solusi yang dapat dilakukan adalah menghadirkan layanan Starlink agar aktivitas belajar mengajar yang membutuhkan internet dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Namun, Endang mengakui keterbatasan fiskal daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran membuat pengadaan layanan tersebut baru diajukan untuk tahun berikutnya. “Pengadaan jaringan Starlink pada tahun 2027,” sebutnya.