BERITA TERKINI
Pemkab Penajam Paser Utara Perkuat Irigasi Pertanian Lewat Aplikasi SIPURI

Pemkab Penajam Paser Utara Perkuat Irigasi Pertanian Lewat Aplikasi SIPURI

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memperkuat infrastruktur irigasi untuk mendukung pengairan lahan pertanian melalui aplikasi Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (SIPURI). Aplikasi ini digunakan untuk mengintegrasikan usulan program dari pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Weliam Yunior, menjelaskan SIPURI memungkinkan usulan dari pemerintah kabupaten terhubung langsung dengan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan swasembada pangan.

Sejumlah program pengairan pada 2025 disebut telah memberi manfaat bagi masyarakat. Di antaranya pembangunan empat unit jaringan irigasi air tanah (JIAT) yang berlokasi di Desa Labangka Barat, Babulu Darat, Labangka, dan Desa Rawa Mulia. Weliam menyebut anggaran pembangunan JIAT tersebut sekitar Rp8,5 miliar.

Selain itu, dilakukan peningkatan jaringan pengairan di daerah irigasi (DI) Kecamatan Waru dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

Untuk 2026, Weliam menyampaikan pembangunan JIAT direncanakan berlangsung di lima titik, yakni di Desa Labangka, Gunung Mulia, Desa Gunung Intan, serta Kelurahan Petung. Kegiatan tersebut direncanakan menggunakan dana sekitar Rp10 miliar yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan BWS Kalimantan IV.

Pemkab PPU juga mengusulkan peningkatan jaringan irigasi di empat daerah irigasi, yakni DI Waru, DI Babulu Darat, DI Rawa Labangka, dan DI Waru Masyarakat, dengan kebutuhan dana sekitar Rp53 miliar. Usulan program irigasi tahun 2026 juga disebut memiliki total kebutuhan anggaran sekitar Rp53 miliar dengan cakupan peningkatan jaringan di empat DI tersebut.

Selain peningkatan jaringan, terdapat usulan pembangunan JIAT di sejumlah titik, antara lain di DI Rawa Sebakung sebanyak 12 titik dan DI Rawa Labangka sebanyak tiga titik.

Weliam menambahkan, normalisasi Sungai Lawe-Lawe, Sungai Riko, dan Sungai Sesulu juga dijadwalkan berjalan pada 2026.