Pemerintah menyiapkan penguatan akses digital bagi masyarakat Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, melalui bantuan perangkat Starlink, telepon seluler, serta peningkatan sinyal telekomunikasi. Dukungan tersebut disiapkan bertepatan dengan rencana kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid ke Pulau Miangas, sebagaimana disampaikan dalam siaran resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Sabtu.
Komdigi menyebut langkah ini ditujukan untuk memperkuat akses komunikasi di wilayah perbatasan, khususnya bagi warga Miangas. Sebanyak 203 kepala keluarga ditargetkan menerima dukungan konektivitas digital berupa perangkat Starlink dan telepon seluler, disertai penguatan sinyal dari BAKTI Kemkomdigi bersama Telkomsel. Setiap keluarga ditargetkan memperoleh satu unit perangkat Starlink dan satu unit telepon seluler.
Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan 180 unit modem Starlink dan 210 unit telepon seluler untuk mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat di pulau terluar tersebut. Sebanyak 180 unit modem Starlink telah dikirim dari Jakarta menuju Manado, Sulawesi Utara, menggunakan beberapa armada pesawat, yakni Boeing 7308 yang mengangkut 47 unit, Falcon 0707 membawa 47 unit, Falcon 0801 membawa 66 unit, serta pesawat PK CAA yang membawa 20 unit secara hand carry.
Sementara itu, 210 unit telepon seluler disebut telah berada di Manado untuk selanjutnya dikirim ke Pulau Miangas. Pengiriman lanjutan dari Manado menuju Miangas akan dikoordinasikan bersama Sekretariat Kabinet, dengan rencana penggunaan pesawat CN.
Selain bantuan perangkat, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kualitas sinyal. BAKTI Kemkomdigi bersama Telkomsel akan menambah perangkat jaringan Base Transceiver Station (BTS), yang dikirim dari Manado menuju Miangas menggunakan pesawat sewaan.
Melalui penguatan konektivitas tersebut, masyarakat Miangas diharapkan lebih mudah berkomunikasi, mengakses layanan publik, mengikuti kegiatan pendidikan, menjalankan aktivitas ekonomi, serta memperoleh informasi dengan lebih cepat. Program ini juga disebut sebagai bagian dari upaya pemerataan akses digital di wilayah terluar Indonesia, terutama kawasan perbatasan yang membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi lebih memadai.