BANJARMASIN – Seorang pelajar SMA berinisial Adi (17) menjadi korban pengeroyokan oleh rekan kerjanya saat bersiap berangkat bekerja dalam proyek pemasangan tiang kabel optik internet. Peristiwa itu terjadi di Jalan Pramuka Gang Satria RT 26, Kecamatan Banjarmasin Timur, Senin (09/03/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Akibat kejadian tersebut, Adi mengalami luka bacok di bagian punggung dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan medis.
Insiden terjadi ketika para pekerja proyek hendak naik ke mobil pikap yang akan membawa mereka menuju lokasi pemasangan tiang kabel optik di kawasan Sungai Batang, Kabupaten Banjar. Saat itu, situasi mendadak memanas.
Seorang pekerja bernama Aditya (20) diduga tiba-tiba menyerang korban. Aksi tersebut disebut melibatkan saudara Aditya bernama Edo serta adik iparnya, Kifli. Sejumlah pekerja lain sempat berupaya melerai, namun pertikaian disebut semakin membesar ketika dua kerabat pelaku lainnya ikut terlibat.
Korban yang berada di dekat mobil pikap disebut sempat kesulitan menyelamatkan diri karena posisinya terjepit antara kendaraan dan tembok.
Rekaman kamera pengawas milik warga sekitar memperlihatkan detik-detik penyerangan. Pelaku utama diduga menggunakan gunting untuk melukai korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian. Seusai penyerangan, para pelaku disebut langsung kabur. Salah satu di antaranya disebut telah memesan ojek online beberapa menit sebelum kejadian.
Korban kemudian dievakuasi rekan-rekannya menggunakan ambulans relawan menuju RSUD Ulin Banjarmasin. Pengawas proyek, Daus, mengatakan korban mengalami luka di punggung akibat serangan tersebut.
“Korban mengalami luka di punggung. Pelaku menggunakan gunting untuk menyerang, sementara yang lain ikut memukul,” ujar Daus.
Daus menjelaskan, korban baru sekitar satu minggu bekerja di proyek tersebut. Adi disebut masih pelajar kelas II SMA yang memanfaatkan waktu luang untuk bekerja, sementara pelaku diketahui telah bekerja lebih lama.
Menurut Daus, perselisihan diduga dipicu persoalan perekrutan tenaga kerja. Pelaku disebut tidak terima karena orang yang diajaknya bekerja belum diterima, sedangkan korban justru lebih dulu diterima.
“Pelaku merasa kesal karena orang yang ia rekomendasikan belum diterima bekerja. Dari situlah muncul kemarahan terhadap korban,” katanya.
Ia juga menyebut, sebelum kejadian pelaku sempat terlihat mengasah gunting yang kemudian diduga digunakan saat penyerangan.
Kasus ini telah ditangani kepolisian. Anggota Polsek Banjarmasin Timur mendatangi lokasi kejadian, memeriksa sejumlah saksi, serta mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat.