BERITA TERKINI
Pakar Tekankan Pentingnya Perlindungan Data Pribadi dan Etika Bermedia Sosial untuk Cegah Kejahatan Digital

Pakar Tekankan Pentingnya Perlindungan Data Pribadi dan Etika Bermedia Sosial untuk Cegah Kejahatan Digital

Perlindungan data pribadi dinilai semakin penting di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital. Perwakilan ICTWatch, Habib Almaskaty, menekankan perlunya penerapan sistem keamanan digital untuk mengurangi risiko kejahatan digital.

Habib menyebut langkah-langkah dasar seperti pengamanan kata sandi, PIN, OTP, dan fitur keamanan lainnya perlu diterapkan. Menurutnya, tidak ada sistem yang sepenuhnya aman di internet, sehingga upaya perlindungan perlu dilakukan meski membuat proses menjadi sedikit lebih rumit.

“Tidak ada yang aman 100 persen di internet, lebih baik sedikit lebih susah daripada rentan dalam keamanan,” ujarnya dalam diskusi daring, Selasa (26/7/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Assistant Program Manager ECPAT Indonesia, Oviani Fathul Janah, menyoroti pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila saat berinteraksi di ruang digital. Ia menyebut nilai saling menghormati perbedaan, kesetaraan, harmoni, dan sikap demokratis perlu dijaga dalam komunikasi daring.

Oviani juga mengingatkan agar semangat gotong royong dijunjung tinggi di media sosial. Ia mendorong warga digital untuk berpikir kritis dan mengurangi kebiasaan “unfollow”, “unfriend”, maupun “block” secara berlebihan demi menghindari terbentuknya echo chamber dan filter bubble. Menurutnya, kolaborasi dan gotong royong perlu terus diterapkan dalam ruang digital.

Sementara itu, pegiat seni budaya sekaligus produser musik, Madha Soentoro, menilai era media baru membuat publik dapat merespons informasi yang dipublikasikan di media sosial secara langsung. Karena itu, ia menekankan pentingnya saling menjaga diri agar respons di ruang digital tidak berkembang menjadi perdebatan berkepanjangan yang kontraproduktif.

Madha menambahkan, etika bermedia sosial dapat dimulai dari menghargai perbedaan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, serta memanfaatkan fitur-fitur digital secara optimal.

Diskusi tersebut disampaikan dalam seri Webinar Literasi Digital #MakinCakapDIgital bertema “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siber Kreasi.