MyRepublic Indonesia meluncurkan layanan internet terbaru bernama MyRepublic Air, yang menawarkan koneksi hingga 100 Mbps dengan harga mulai Rp100 ribuan per bulan. Layanan ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan akses internet rumah tanpa instalasi kabel.
MyRepublic Air merupakan layanan berbasis fixed wireless access (FWA) dengan dukungan jaringan 5G. Berbeda dari internet fiber optic konvensional, layanan ini tidak bergantung pada kabel. MyRepublic menyebut kualitas koneksinya setara “True 5G-Fiber Quality” serta menawarkan layanan unlimited tanpa pembatasan kuota maupun penurunan kecepatan (throttling).
Dari sisi jangkauan, MyRepublic Air ditargetkan untuk ekspansi ke sekitar 180 kota di Indonesia. Sebanyak 90 kota disebut telah siap secara infrastruktur untuk dioperasikan bertahap. Saat ini, layanan tersebut sudah dapat dipesan di Bali, Bandar Lampung, Pekanbaru, dan Makassar. Ke depan, perluasan layanan direncanakan mencakup wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Sulawesi.
MyRepublic Air menyediakan dua skema paket. Pertama, paket Air100 Hemat dengan sistem sewa perangkat (rental) sekitar Rp115 ribu per 30 hari. Kedua, paket Air100 Hemat dengan pembelian perangkat, dengan biaya langganan sekitar Rp100 ribu per 30 hari dan harga perangkat Rp850 ribu.
Pendaftaran MyRepublic Air dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi. Calon pelanggan dapat mengakses myrepublic.co.id/air, lalu memilih menu “Daftar Sekarang”. Selanjutnya, pengguna diminta mengisi data diri, termasuk nama sesuai identitas, nomor telepon aktif, alamat email, serta Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk registrasi. Setelah itu, calon pelanggan memilih lokasi dan paket layanan yang diinginkan.
Sistem akan mengirimkan konfirmasi melalui email setelah pendaftaran berhasil. Tahap berikutnya, tim MyRepublic Air akan menghubungi pelanggan untuk proses lanjutan hingga layanan dinyatakan aktif.
Sebelum mendaftar, calon pelanggan perlu memastikan menyiapkan identitas yang valid, nomor telepon aktif, dan alamat email untuk kebutuhan verifikasi serta konfirmasi. Selain itu, lokasi tempat tinggal harus berada dalam jangkauan layanan, yang dapat dicek melalui situs resmi.