Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital tidak cukup hanya menghadirkan jaringan, tetapi harus diikuti pemanfaatan nyata dalam layanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan seperti sekolah dan puskesmas.
Pernyataan itu disampaikan Meutya dalam acara Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang digelar di Jakarta Pusat.
Menurut Meutya, keberhasilan pembangunan jaringan digital semestinya tidak hanya diukur dari ketersediaan akses, melainkan dari sejauh mana dampaknya meningkatkan mutu layanan pendidikan dan kesehatan. Ia mengaku terharu melihat keterlibatan berbagai elemen, mulai dari sekolah, puskesmas, TNI, hingga industri, yang bekerja sama untuk mendukung upaya pemerintah memastikan konektivitas berjalan dengan baik.
Meutya menambahkan, ukuran keberhasilan konektivitas juga tercermin dari manfaat yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan, siswa dapat mengakses materi pembelajaran yang lebih luas, sementara tenaga kesehatan bisa memberikan layanan yang lebih cepat dan akurat.
Ia menekankan pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, Meutya mendorong agar konektivitas digital terintegrasi dalam layanan publik, bukan berhenti pada pembangunan infrastruktur.
Meutya berharap kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat dapat terus berlanjut untuk mengawal peningkatan kualitas konektivitas digital.